detikBali

2 Warga Lombok Barat Curi Penangkal Petir Milik PLN untuk Foya-foya

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Balas Ultimatum Trump, Iran Ancam Balik Hancurkan Infrastruktur AS-Israel


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan terhadap Israel. Peluncuran rudal tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan balasan Iran dalam perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Ilustrasi rudal balistik Iran. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Denpasar -

Iran mengancam balik akan menghancurkan infrastruktur energi Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah. Tantangan itu sebagai merespons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran agar membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau listrik Teheran akan padam.

Juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan Iran juga akan menyerang pabrik desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi yang terkait dengan AS dan Israel. Peringatan ini muncul setelah Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari detikNews, mendiang kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, sempat memperingatkan kondisi tersebut. Larijani mengatakan seluruh kawasan bisa saja mengalami pemadaman listrik dalam waktu setengah jam jika jaringan listrik Iran menjadi sasaran.

Dilansir AFP, Minggu (22/3), Donald Trump sebelumnya memberi Iran tenggat waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.

ADVERTISEMENT

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melontarkan ultimatum terbaru kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Trump memberi tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka lalu lintas pelayaran yang krusial bagi ekonomi dunia itu.

Trump mengancam akan memadamkan listrik Teheran jika Iran tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Trump menyebut infrastruktur energi Iran akan dihancurkan.

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Iran sendiri secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Diketahui, sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur laut utama tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE