detikBali

Badung Siap Bantu Rp 100 Miliar untuk Underpass Jimbaran

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Trump Ancam Listrik Padam Jika Iran Tidak Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

WASHINGTON, DC - MARCH 02: U.S. President Donald Trump arrives for a Medal of Honor Ceremony in the East Room of the White House on March 02, 2026 in Washington, DC. Trump awarded three soldiers the highest military decoration; Master Sgt. Roddie Edmonds, who died in 1985, for shielding Jewish prisoners from Nazi guards during World War II; then-Staff Sgt. Terry Richardson for saving 85 lives of fellow soldiers during the Vietnam War; and Staff Sgt. Michael Ollis who died in the Afghanistan War when he shielded another soldier from a suicide bomber. (Photo by Andrew Harnik/Getty Images)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Getty Images/Andrew Harnik)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ultimatum terbaru kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Trump memberi tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka lalu lintas pelayaran yang krusial bagi ekonomi dunia itu.

Dilansir dari detikNews, Trump mengancam akan memadamkan listrik Teheran jika Iran tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Trump menyebut infrastruktur energi Iran akan dihancurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Iran secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Diketahui, sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur laut utama tersebut.

ADVERTISEMENT

Penutupan Selat Hormuz telah membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif. Terhambatnya pasokan dari Teluk juga menyebabkan harga bahan bakar di seluruh dunia melonjak. Dampak lainnya adalah inflasi makin meluas jika perang berlanjut.

Sebelumnya, militer AS mengeklaim telah merusak bunker Iran yang menyimpan senjata yang mengancam pengiriman minyak dan gas di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut tampaknya dirancang untuk menenangkan kekhawatiran pasar energi dan sekutu internasional Washington yang skeptis.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE