detikBali

Trump Blak-blakan Mau Rebut Minyak Iran, Incar Pulau Kharg

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Trump Blak-blakan Mau Rebut Minyak Iran, Incar Pulau Kharg


Novi Christiastuti - detikBali

U.S. President Donald Trump attends a cabinet meeting at the White House in Washington, D.C., U.S., March 26, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kontroversi baru di tengah perang yang berkecamuk dengan Iran. Secara terbuka, Trump menyatakan keinginannya untuk 'mengambil minyak' Iran dan bahkan membuka peluang merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak vital Teheran.

Pernyataan itu disampaikan saat Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim ribuan pasukan tambahan, seiring konflik yang telah memasuki bulan kedua.

"Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran," kata Trump dalam wawancara dengan media Financial Times, yang dipublikasikan pada Minggu (29/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump juga membandingkan langkah tersebut dengan pendekatan AS di Venezuela, di mana Washington berupaya mengendalikan sektor minyak tanpa batas waktu.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Trump secara eksplisit mengisyaratkan kemungkinan merebut Pulau Kharg, yang menjadi jalur utama ekspor minyak Iran.

"Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak pilihan," ucap Trump.

"Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah," cetusnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia. Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah Brent melesat lebih dari 50 persen hingga menembus US$ 116 per barel, dipicu perang antara AS dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari lalu.

Di lapangan, Pentagon telah memerintahkan pengerahan sekitar 10.000 tentara untuk mendukung operasi darat. Sekitar 3.500 personel di antaranya telah tiba di Timur Tengah, termasuk 2.200 Marinir AS.

Pasukan tambahan lainnya masih dalam perjalanan untuk memperkuat operasi militer di kawasan.

Namun, rencana menyerang atau merebut Pulau Kharg memicu peringatan serius. Washington diingatkan bahwa langkah tersebut berisiko meningkatkan ancaman terhadap pasukan AS sekaligus memperpanjang konflik dengan Iran.




(dpw/dpw)










Hide Ads