detikBali

Wamendikdasmen Ungkap RI Kurang 498 Ribu Guru, 1.000 di Karangasem

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wamendikdasmen Ungkap RI Kurang 498 Ribu Guru, 1.000 di Karangasem


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq (tengah) di wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (1/4/2026). (foto: I Wayan Selamat Juniasa)
Foto: Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq (tengah) di wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (1/4/2026). (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq akan melakukan redistribusi guru sebagai solusi kekurangan tenaga pendidik di Karangasem. Secara keseluruhan Indonesia masih kekurangan sekitar 498 ribu tenaga guru, sedangkan Karangasem kekurangan sekitar 1.000 guru.

"Kekurangan guru terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Karangasem saja. Salah satu faktornya karena terjadinya penumpukan guru di beberapa sekolah," kata Fajar dalam kunjungannya di Karangasem, Rabu (1/4/2024).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fajar, beberapa sekolah yang punya guru lebih banyak dari sekolah tertentu. Sedangkan, sekolah lain masih kekurangan. Artinya, distribusi guru tidak merata.

ADVERTISEMENT

Namun, redistribusi guru hanya bisa dilakukan dalam ruang lingkup satu kabupaten saja. Sedangkan untuk redistribusi antarprovinsi. Hal tersebut dilakukan sembari menunggu proses pengangkatan baik CPNS maupun PPPK penuh waktu atau paruh waktu.

"Kami sudah intens berkoordinasi dengan Kemenpan RB terkait pengangkatan tenaga guru agar terus ditambah, supaya kekurangan guru bisa teratasi," ujar Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Bagus Budiadnyana tak menampik jika saat ini memang masih terjadi kekurangan guru di Karangasem. Sehingga kebijakan redistribusi yang direncanakan oleh Kementerian dinilai cukup bagus sebagai solusi jangka pendek.

"Dengan adanya kebijakan ini, pemerataan tenaga pendidik khususnya di Karangasem dapat segera terwujud," ucap Budiadnyana.




(hsa/hsa)










Hide Ads
LIVE