detikBali

Cliff Jumping: Olahraga Menantang yang Lagi Tren di Kalangan Anak Muda Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Cliff Jumping: Olahraga Menantang yang Lagi Tren di Kalangan Anak Muda Bali


Sui Suadnyana, Fabiola Dianira - detikBali

Sejumlah pemuda mencoba olahraga cliff jumping di Honeymoon Beach, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Foto: Sejumlah pemuda mencoba olahraga cliff jumping di Honeymoon Beach, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Badung -

Terjun dari tebing ke laut atau sering disebut cliff jumping kini menjadi tren di kalangan anak muda di Bali. Olahraga ini makin digemari di Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Wilayah ini memang memiliki geografis berbukit-bukit dan banyak tebing yang langsung mengarah ke laut.

Salah satunya terlihat di Honeymoon Beach, Kelurahan Jimbaran. Pantauan detikBali, sejak siang hingga sore, banyak anak muda mengerumuni pinggiran tebing dan mengantre untuk terjun ke laut. Laki-laki mendominasi, ada juga beberapa perempuan yang berani ikut melompat.

Satu per satu mereka melompat dengan perhitungan masing-masing. Jeda antarlompatan pun cukup lama, seolah mereka sedang mempertimbangkan dan menyiapkan mental. Setelah melompat, mereka berenang sejenak dan menikmati laut, lalu kembali naik ke atas tebing. Beberapa terlihat kembali melompat untuk merasakan keseruannya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kian sore, makin banyak orang yang mengerumuni pinggir tebing tersebut. Salah satunya Ian Satria. Pemuda asal Jawa Barat (Jabar) ini baru pertama kali mencoba tren olahraga ini setelah diajak temannya.

ADVERTISEMENT

Satria menilai cliff jumping sebagai olahraga yang menantang dan seru. Saat melompat, ia bercerita merasakan sensasi seperti melayang sejenak sebelum akhirnya jatuh ke air.

"Kayak melayang nyawanya gitu. Kayak nyawanya belum turun, tetapi tiba-tiba udah sampai bawah," ujar Satria, Minggu (19/4/2026).

Sebelum melompat, Satria menyiapkan mental karena ketinggian tebing yang cukup ekstrem. Satria awalnya ragu, tetapi akhirnya memaksakan diri dan merasakan keseruannya. Pengalamannya berenang juga membuatnya lebih percaya diri.

"Ragu-ragu karena takut. Kayak takut-takut enggak, tetapi ya sudah lompatin kayak dipaksain. Eh ternyata seru banget sih. Ternyata seru pas udah sampai bawah itu kayak, 'Wow, enak sih, seru'," cerita Satria. Saking serunya, ia melompat sebanyak tiga kali.

Hal serupa disampaikan Ridho. Setali tiga uang dengan Satria, Ridho juga baru pertama kali mencoba cliff jumping. Ia tertarik melompat dari tebing karena memicu adrenalin dan rasa ingin mengalahkan diri sendiri.

Ridho sempat deg-degan sebelum lompatan pertama. Namun, setelah mencobanya, ia merasa ketagihan hingga melompat sebanyak empat kali meski harus kelelahan saat naik kembali ke atas tebing.

"Iya, yang bikin capek naiknya. Kalau ada tangga mungkin enak nih, cepet. Tetapi yang bikin capek naiknya, soalnya kan karang juga tuh," kata pria 22 tahun itu.

Sebelum melompat, Ridho juga membagikan tips untuk mengumpulkan keberanian agar sesampainya di air tidak kesakitan.

"Harus bener-bener PD dulu baru bisa lompat. Kalau nggak PD itu kadang kita jatuhnya itu sakit, jadi enggak pas gitu lho. Kalau kita emang udah PD, lompatnya enak di bawahnya," jelas Ridho.

Ridho juga menyarankan untuk memperhatikan titik melompat dengan memperhatikan warna air dari atas. Area yang tampak lebih gelap biasanya lebih dalam dan aman untuk menjadi titik lompatan sebab tidak ada karang yang bisa melukai.

Seiring makin banyaknya penggemar cliff jumping, Ridho berharap ada peningkatan aspek keamanan, seperti penyediaan pelampung dan sosialisasi terkait kondisi karang. Ia mengaku sempat terkena karang saat mendarat di air meski pun tidak terluka.

"Ada yang memfasilitasi ya, mungkin kayak pelampung karena kan di sini kan ya semua umur kayak ada anak kecil yang masih SMP. Nah takutnya mereka yang nggak bisa berenang kalau enggak ada yang berpengalaman kan akhirnya ya itu tadi, takutnya kejadian yang tidak mengenakkan," harap Ridho.




(hsa/hsa)











Hide Ads