detikBali

SPMB Jalur Domisili Dinilai Gagal, Mataram Usul Seleksi Pakai TKA Lagi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

SPMB Jalur Domisili Dinilai Gagal, Mataram Usul Seleksi Pakai TKA Lagi


Nathea Citra - detikBali

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026). Foto: Nathea Citra
Mataram -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana mengusulkan perubahan regulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke pemerintah pusat. Usulan tersebut muncul setelah pelaksanaan SPMB melalui jalur domisili dinilai belum mampu mewujudkan pemerataan jumlah siswa di sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan salah satu usulan yang akan diajukan adalah mengembalikan sistem seleksi berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat utama penerimaan siswa baru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seperti sistem Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang pernah diterapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"(SPMB domisili) belum berjalan sesuai harapan, tahun ini kami coba evaluasi lagi apa kendala-kendalanya, dan akan kami sempurnakan. Kami usulkan biar pemerintah merubah regulasi menggunakan TKA penuh seperti NEM," kata Yusuf, Senin (6/7/2026).

Menurut Yusuf, jalur domisili pada dasarnya dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi siswa yang tinggal di sekitar sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu. Namun, dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut dinilai belum mampu mengatasi ketimpangan distribusi siswa.

Oleh karena itu, Pemkot Mataram berencana merekomendasikan SPMB tersebut dirombak. Poin utamanya nilai TKA sebagai salah satu persyaratan wajib, khusus untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

"Masuk SMP pakai jalur TKA saja, tapi nanti tergantung kementerian. sekarang kami sedang buat kajiannya, apa dampak positif dan negatifnya. Kalau pemerintah pusat menyetujui alhamdulillah, kalau tidak ya kami terima," tandasnya.

Sebelumnya, Pelaksanaan SPMB jenjang SD dan SMP di Kota Mataram memunculkan persoalan ketimpangan jumlah peserta didik. Sejumlah sekolah mengalami kelebihan pendaftar, sementara sekolah lain justru kekurangan murid.

Menurut Yusuf, ketimpangan jumlah pendaftar terlihat cukup mencolok di sejumlah sekolah. Salah satunya terjadi di SMP Negeri 13 Mataram. Dari kuota 400 siswa, sekolah tersebut hanya terisi kurang setengahnya.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari hasil yang kami terima, SMPN 13 Mataram itu masih banyak kekurangan siswa. Di bawah 200, baru setengahnya dari kuota," ujarnya.

Kondisi yang jauh lebih memprihatinkan juga terjadi di SMPN 18 Mataram. Yusuf berujar bahwa sekolah tersebut kerap menjadi langganan sepi peminat dari tahun ke tahun, dengan jumlah murid yang hanya menyentuh belasan pendaftar.

"SMPN 18 Mataram apalagi, dari tahun ke tahun muridnya segitu saja. Hanya 12 sampai 15 siswa," jelasnya.




(nor/nor)










Hide Ads