Seekor lumba-lumba jenis hidung botol ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Batu Kebo, Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Bangkai lumba-lumba tersebut ditemukan warga pada Senin (27/4/2026) pagi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Aulia (35) sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, dia sedang beraktivitas di sekitar pantai dan melihat mamalia laut itu tergeletak di bibir pantai. Namun, awalnya Aulia tidak tahu kalau itu adalah lumba-luma.
"Lumba-lumba itu ditemukan warga saat melintas di pantai. Saat ditemukan, kondisinya sudah dalam keadaan mati," ungkap Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi detikBali, Senin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan ini sempat menarik perhatian warga sekitar yang berada di lokasi. Menghindari bangkai membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap, pihak kepolisian bersama warga setempat langsung mengambil tindakan cepat.
Petugas kepolisian dari Polsek Melaya bersama masyarakat bergotong-royong menggali lubang di sekitar lokasi penemuan untuk menguburkan mamalia malang tersebut.
"Bangkai lumba-lumba sudah dikubur oleh warga dibantu anggota kami di sekitar lokasi penemuan," jelas Sukadana.
Langkah penguburan segera dilakukan guna menjaga kebersihan lingkungan pesisir pantai. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian lumba-lumba hidung botol tersebut hingga terdampar di Pantai Batu Kebo karena tidak dilakukan proses nekropsi.
(hsa/iws)












































