detikBali
Round Up

Legenda Tinju Pino Bahari Kecelakaan, Daudi Ungkap Nasib Para Mantan Atlet

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Legenda Tinju Pino Bahari Kecelakaan, Daudi Ungkap Nasib Para Mantan Atlet


Tim detikBali - detikBali

Kondisi Pino Bahari pascaoperasi kecelakaan di Denpasar.
Foto: Kondisi Pino Bahari pascaoperasi kecelakaan di Denpasar. (Dok. Istimewa)
Denpasar -

Daudy Bahari (43) mengungkapkan nasib para mantan atlet lain di balik kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menimpa kakaknya, Pino Bahari (53). Menurut Daudy, kondisi ekonomi atlet lain seangkatan dengan kakaknya saat ini banyak yang memprihatinkan.

"Apa yang beliau korbankan untuk prestasi tinju tanah air tidak sepadan dengan apa yang didapat, mengorbankan masa muda dan kesehatan," ujar mantan petinju nasional yang kini menjadi pelatih itu, saat diwawancarai detikBali, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daudy menilai olahraga tinju memiliki risiko tinggi, sehingga perhatian pemerintah terhadap atlet dan mantan atlet sangat dibutuhkan.

"Saya sendiri sebagai mantan petinju juga berharap pemerintah bisa lebih menghargai dan mensejahterakan para atlet dan mantan atlet berprestasi," tandas mantan petinju kelas welter terbaik nasional itu.

ADVERTISEMENT

Belum Ada Perhatian Kemenpora

Pino Bahari mengalami kecelakaan di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar, Senin (13/4/2026). Akibat insiden itu, ia harus menjalani operasi pada tulang rusuk dan pergelangan kaki kiri.

Kini, peraih medali emas Asian Games Beijing 1990 tersebut sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, belum ada pihak pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang menanyakan kondisinya.

"Secara institusi sementara saya masih menunggu untuk dihubungi oleh pihak Kemenpora terkait bantuan sosialnya. Semoga akan ada hasil dari komunikasi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya di Jakarta," kata Pino saat dihubungi detikBali, Senin.

Tak Ada Dana Pensiun Atlet

Pino mengaku selama ini tidak ada dana pensiun atau bantuan serupa yang diberikan pemerintah. Padahal, kariernya di dunia tinju terbilang gemilang pada era 1990-an, termasuk lolos ke Olimpiade Barcelona 1992 dan Athena 1996.

Ia berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi para atlet yang sudah pensiun. Saat ini, Pino beraktivitas sebagai pelatih tinju di Bali. Selain itu, ia juga bekerja sebagai sopir taksi online untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Mohon pemerintah bisa memberikan undang-undang lah bagi para atlet yang sudah pensiun dijamin masa depannya berupa dana pensiun," harapnya.

Pino mengusulkan agar skema dana pensiun dibagi berdasarkan kategori pencapaian prestasi atlet, mulai dari Olimpiade, Asian Games hingga SEA Games, serta disesuaikan dengan medali yang diraih.

Menurutnya, dana pensiun tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga penting untuk mendukung regenerasi atlet nasional.

"Jadi pembinaan olahraga bisa diterima masyarakat agar antusias anak-anak mereka akan dijamin masa depannya oleh pemerintah," tuturnya.

Kronologi Kecelakaan

Diketahui, Pino mengalami patah tulang dan sejumlah luka lain. Dia diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dirawat sekitar satu pekan. Informasi yang diperoleh, setelah insiden tersebut, Pino langsung dilarikan ke RSUD Bali Mandara, Denpasar Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis.

"Untuk pasien Pino sudah pulang sejak tanggal 19 April," kata I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya Direktur Rumah Sakit Bali Mandara dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (27/4/2026).

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha NMAX DK 6987 AEV yang dikendarai Pino dengan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 5355 BHG yang dikendarai seorang perempuan berinisial CMA (25). Kedua kendaraan diketahui datang melaju dari arah timur ke barat di jalur yang sama.

Akibat insiden tersebut, Pino mengalami patah tulang pada pergelangan kaki kiri, luka lecet di tangan kiri, serta nyeri di bagian dada kiri.

Sementara itu, pengendara Honda Beat mengalami memar di kedua kaki, pembengkakan di bawah telinga kanan, serta luka lecet pada tangan kanan. Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit yang sama.

Sebelum tabrakan terjadi, pengendara Honda Beat diketahui melaju di jalur kanan dari arah timur ke barat. Sementara Pino yang berada di belakangnya melaju di jalur yang sama.

Saat mendekati lokasi kejadian, pengendara Honda Beat diduga hendak berputar arah di median Embung Sanur. Pada saat bersamaan, Pino yang berada di belakang tidak sempat menghindar sehingga tabrakan pun tidak terelakkan.




(hsa/iws)











Hide Ads