detikBali

Israel Akui Cegat Kapal Bantuan Gaza yang Ditumpangi 2 Jurnalis Republika

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Israel Akui Cegat Kapal Bantuan Gaza yang Ditumpangi 2 Jurnalis Republika


Jabbar Ramdhani - detikBali

A ship (R), known as the Family and is part of the Global Sumud Flotilla, is anchored off the coast of the village of Sidi Bou Said on September 9, 2025. Organisers of a Gaza-bound flotilla carrying aid and pro-Palestinian activists said late on September 8, that one of their boats, known as the Family,  was hit by a suspected UAV off the coast of Tunisia, but authorities there said no drones had been detected. (Photo by FETHI BELAID / AFP)
Ilustrasi. Foto: AFP/FETHI BELAID
Denpasar -

Pasukan Israel mengakui mencegat armada kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan menuju Jalur Gaza setelah bertolak dari Turki pekan lalu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut misi tersebut sebagai upaya untuk mendukung Hamas dan menudingnya sebagai provokasi.

Dilansir detikNews, Netanyahu memuji operasi pencegatan yang dilakukan militer Israel terhadap kapal-kapal bantuan itu. Ia menyebut armada tersebut berupaya melanggar blokade laut yang diberlakukan Israel di Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya percaya Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa... menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kami terapkan pada teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu kepada komandan pasukan pencegat, seperti dikutip dari pernyataan kantornya.

Ia juga menyebut operasi tersebut berjalan sukses dan tidak menimbulkan perhatian besar seperti yang diharapkan pihak lawan.

ADVERTISEMENT

"Anda melaksanakannya dengan sukses luar biasa... dan tentu saja dengan jauh lebih sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh kita," kata Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Israel turut menuding konvoi kemanusiaan itu sebagai bentuk provokasi internasional. Pemerintah Israel menegaskan tidak akan membiarkan armada tersebut mencapai Gaza.

"Kali ini, dua kelompok Turki yang melakukan kekerasan -- Mavi Marmara dan IHH, yang terakhir ditetapkan sebagai organisasi teroris -- adalah bagian dari provokasi tersebut," katanya di X.

Kapal-kapal Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari rangkaian aksi solidaritas internasional untuk menembus blokade Israel di Gaza. Sebelumnya, armada bantuan serupa juga sempat dicegat pasukan Israel.

"Global Sumud Flotilla sedang diserang!" tulis kelompok itu di X.

"Pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada internasional kapal kemanusiaan kami dan menculik para sukarelawan kami," tambahnya.

Situs pelacak armada menunjukkan sejumlah kapal dicegat di wilayah barat Siprus, Laut Mediterania.

"Kami marah atas normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional," katanya, menuntut pembebasan segera para aktivis dan diakhirinya blokade Gaza.

Kemlu RI Pantau WNI, Desak Israel Bebaskan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan tersebut. Pemerintah Indonesia juga terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam rombongan.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

Kemlu mengatakan hingga saat ini ada 10 kapal yang ditangkap Israel. Kapal itu termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

"Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat," kata dia.

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Kemlu meminta Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. Kemlu mendesak agar bantuan sampai ke Palestina.

"Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," jelasnya.

2 Jurnalis Republika Ditangkap Israel

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tersebut.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5).

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," ungkapnya.




(nor/nor)











Hide Ads
LIVE