detikBali

RPH Kaliunda Butuh Renovasi, Distan Klungkung Wacanakan Relokasi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

RPH Kaliunda Butuh Renovasi, Distan Klungkung Wacanakan Relokasi


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Sejumlah petugas tengah memotong hewan kurban di RPH Kaliunda Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (28/5/2026).
Foto: Sejumlah petugas tengah memotong hewan kurban di RPH Kaliunda Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (28/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) Kaliunda, Kabupaten Klungkung, Bali, cukup memprihatinkan. Di tengah upaya renovasi, Dinas Pertanian (Distan) Klungkung mewacanakan kebutuhan relokasi. Selain bangunan sudah tua, lokasi RPH saat ini dinilai lebih strategis sebagai penunjang pariwisata Kaliunda.

Kepala Distan Klungkung Ida Bagus Gde Juanida mengatakan RPH Kaliunda merupakan satu-satunya tempat pemotongan sapi di Klungkung. Bangunannya sendiri sudah ada sejak 1980-an.

"RPH ini memang satu-satunya yang kita miliki di Kabupaten Klungkung. Ini terakhir bangunannya sekitar tahun 89 (1989) atau tahun 87," ujar Juanida saat ditemui detikBali di RPH Kaliunda, Klungkung, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas pemotongan di RPH Kaliunda memang dikhususkan untuk sapi dengan jumlah yang tidak terlalu tinggi. Rata-rata pemotongan satu ekor sapi per hari. Kendati demikian, RPH Kaliunda tetap memberikan pemasukan bagi daerah melalui retribusi.

ADVERTISEMENT

"Kita juga menerima retribusi dari sini. Tidak besar tapi ada dan rutin," imbuhnya.

Selain bangunan yang membutuhkan perbaikan, Juanida menerangkan kebutuhan saat ini lebih pada relokasi. Hal itu dikarenakan permintaan warga sekitar yang sudah semakin padat di area RPH.

"Sebelumnya, lokasi ini memang sepi dari penduduk. Tapi sekarang semakin banyak, sehingga terkadang ada keluhan soal limbah pemotongan. Itulah mengapa kita merencanakan relokasi. Namun sampai saat ini belum ada lahan yang siap untuk ditempati. Nah, ditambah lagi biaya," jelasnya.

Di lokasi, Bupati Klungkung I Made Satria juga menyampaikan kondisi atap bangunan RPH yang membutuhkan perbaikan. Namun ia menegaskan, tak ingin menutupi kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik-baik saja.

"Ya, sudah saya lihat banyak atap yang rusak dan kondisi bangunannya juga butuh perbaikan. Namun memang kondisi fiskal kita tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan. Ini saja kita minjam untuk melakukan pembangunan yang lebih prioritas berupa insfrastrukur jalan," papar Satria.

"Namun ke depan perbaikan RPH ini pasti akan kita pikirkan. Saat ini kita masih mendahulukan skala prioritas," imbuhnya.

Pantauan detikBali, RPH Kaliunda memiliki dua area pemotongan. Pertama di bangunan lama beratap genteng yang sudah rapuh, kedua di bangunan permanen yang lebih besar dengan kondisi plafon bolong dan lantai kramiknya berlubang.

Lokasinya yang berada tepat di tepi wisata Kaliunda juga terkesan merusak pemandangan. Selain itu, rumah penduduk sudah cukup padat di sekitar RPH.




(hsa/nor)










Hide Ads