detikBali

Trump Klaim Jadi Kunci Gencatan Senjata Israel-Hizbullah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Trump Klaim Jadi Kunci Gencatan Senjata Israel-Hizbullah


Novi Christiastuti - detikBali

FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump points his finger towards Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu as they shake hands during a press conference after meeting at Trump?s Mar-a-Lago club in Palm Beach, Florida, U.S., December 29, 2025. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Denpasar -

Presiden AS Donald Trump mengklaim menjadi sosok di balik perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Trump menyebut dirinya menelepon otoritas Israel dan meminta mereka menghentikan eskalasi konflik yang kembali berkobar di Lebanon.

Dilansir dari detikNews, Sabtu (20/6/2026), Trump mengatakan dirinya menelepon otoritas Israel pada Jumat (19/6) pagi. Menurutnya, komunikasi itu dilakukan beberapa jam sebelum perpanjangan gencatan senjata diumumkan berlaku.

"Ini hal yang positif," kata Trump dalam wawancara tersebut. "Ini seperti tambahan yang manis," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump juga mengungkap pesan yang disampaikannya kepada Israel agar menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.

ADVERTISEMENT

"Terkadang Anda hanya perlu tenang dan menggunakan akal sehat," ucap Trump dalam pesannya kepada Israel.

Trump mengatakan dirinya "selalu baik" dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Namun, dia menolak menyebutkan apakah dirinya berbicara langsung dengan Netanyahu.

Gencatan Senjata Diperpanjang

Perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya saat berbicara kepada Anadolu Agency dan Reuters.

Pejabat tersebut mengatakan perpanjangan gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (19/6) sore pukul 16.00 waktu setempat. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai isi kesepakatan yang mendasari perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Kesepakatan itu tercapai setelah pertempuran antara Israel dan Hizbullah kembali berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Serangan di Lebanon Masih Berlanjut

Meski gencatan senjata diperpanjang, rentetan serangan Israel dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Lebanon. Sedikitnya 47 orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di Lebanon bagian selatan dan timur sejak Jumat (19/6) pagi.

Situasi itu menjadi eskalasi paling mematikan sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri perang di seluruh front, termasuk di Lebanon.

MoU tersebut ditandatangani secara elektronik dan jarak jauh oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6) malam.

Berdasarkan data resmi, rentetan serangan militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 3.912 orang, melukai 11.873 orang lainnya, serta menyebabkan lebih dari satu juta penduduk mengungsi dari rumah mereka.

Israel juga masih menduduki wilayah Lebanon bagian selatan. Beberapa wilayah telah diduduki selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya diduduki sejak konflik terbaru pecah. Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.




(dpw/dpw)










Hide Ads