Bayangkan membawa beban 25 kilogram di dada setiap hari. Itulah yang dialami Summer Roberts, wanita bertinggi 150 cm yang hidup dengan payudara berukuran ekstrem akibat kondisi langka.
Bagi Summer, ukuran payudara yang terus membesar bukan menjadi kebanggaan, melainkan sumber penderitaan yang mengganggu hampir seluruh aspek kehidupannya.
Summer yang bekerja sebagai manajer restoran di Glasgow, Skotlandia, mengidap macromastia, kondisi langka yang menyebabkan jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ukuran payudara yang jauh di atas normal membuat bentuk tubuhnya tidak proporsional. Tubuhnya yang mungil kesulitan menopang beban tersebut hingga menyebabkan sakit punggung, kelelahan, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Tak hanya mengalami masalah fisik, wanita berusia 28 tahun itu juga kerap menjadi sasaran cibiran karena ukuran payudaranya.
Seperti dikutip dari Wolipop, payudara Summer mulai tumbuh secara abnormal saat berusia 7 tahun. Seragam sekolahnya mendadak menjadi sangat ketat dan ia terpaksa mengenakan bra milik ibunya untuk menopang dadanya.
Saat berusia 13 tahun, Summer sudah memakai bra ukuran B-cup. Dalam dua tahun berikutnya, ukurannya meningkat menjadi DD-cup.
"Periode pertumbuhan paling pesat terjadi antara usia 22 dan 24 tahun," kata Summer.
Setahun setelah lulus kuliah, kondisi tersebut semakin memburuk. Berat payudaranya meningkat drastis hingga menekan tulang rusuk dan membuatnya kesulitan bernapas. Dokter kemudian memastikan jaringan payudaranya bereaksi berlebihan terhadap hormon wanita.
Berat payudara yang mencapai 25 kg membuat Summer menderita sakit punggung kronis. Beberapa minggu lalu, ia bahkan harus menjalani operasi korektif karena tulang belakangnya melengkung akibat tekanan berlebihan.
Untuk berjalan maupun melakukan pekerjaan rumah tangga, ia harus mengenakan bra kompresi khusus yang diresepkan dokter.
Mencari bra yang sesuai juga menjadi tantangan tersendiri. Harga bra untuk ukuran payudaranya dapat mencapai ratusan pound sterling atau setara beberapa juta rupiah.
Summer juga telah enam kali mengajukan operasi pengecilan payudara. Namun setiap permintaannya ditolak dokter.
Alasannya, tindakan bedah tersebut dinilai tidak akan memberikan hasil jangka panjang karena jaringan payudaranya masih berisiko terus tumbuh setelah operasi.
Selain harus menanggung gangguan kesehatan, Summer juga mengaku kerap mengalami pelecehan sejak usia muda.
Ia sering disiuli dan digoda orang asing meski selalu mengenakan pakaian longgar untuk menutupi tubuhnya.
Di tempat kerja, Summer pernah berlari ke dapur dan menangis setelah sekelompok pria berulang kali melontarkan komentar cabul dan menolak berhenti meski sudah diminta.
Pengalaman tersebut membuatnya tidak lagi berani keluar rumah seorang diri.
"Saya hanya merasa aman ketika bersama teman-teman. Ketika tidak ada lagi siulan, saya merasa tenang," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Wolipop. Baca selengkapnya di sini!
(dpw/dpw)

