detikBali

Siswa Baru Wajib Tahu! Ini Rangkaian Tes Selama MPLS 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Siswa Baru Wajib Tahu! Ini Rangkaian Tes Selama MPLS 2026


Devita Savitri - detikBali

Ilustrasi MPLS di Bali. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi MPLS di Bali. (Gemini AI)
Daftar Isi
Denpasar -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan sejumlah penguatan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini juga dirancang untuk membantu sekolah mengenali kondisi, potensi, serta kebutuhan dukungan setiap murid baru.

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa siswa akan mengikuti beberapa asesmen selama pelaksanaan MPLS. Jika pada 2025 hanya terdapat Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi, maka pada 2026 jumlah asesmen diperluas menjadi beberapa instrumen yang mencakup aspek akademik, sosial-emosional, kesehatan, hingga bakat dan minat.

"Pada tahun 2026 ini terdapat sejumlah penguatan dibandingkan MPLS tahun 2025, terutama khususnya dalam aspek mengenal potensi diri dan juga kebutuhan dukungan murid," kata Rusprita dalam Webinar Solusi MPLS Ramah Tahun 2026 yang ditayangkan melalui kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tes yang Akan Dilalui Siswa Saat MPLS 2026

Pada hari ketiga MPLS, siswa dijadwalkan mengikuti tiga asesmen dengan total durasi sekitar 90 menit. Ketiga asesmen tersebut meliputi:

  1. Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar.
  2. Asesmen literasi membaca dan numerasi.
  3. Identifikasi bakat dan minat.

ADVERTISEMENT

Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun sebelumnya, seluruh instrumen, pengolahan data, hingga pelaporan hasil asesmen akan difasilitasi langsung oleh Kemendikdasmen melalui Sistem MPLS Ramah.

Hasil asesmen nantinya akan berupa laporan individual untuk setiap murid serta rekapitulasi data di tingkat sekolah. Laporan tersebut dapat dimanfaatkan guru sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

"Oleh karena itu, nantinya bukan hanya guru yang memanfaatkan hasil tes untuk dasar rancangan persiapan pembelajaran, tapi juga Bapak-Ibu Kepala Sekolah bisa menggunakannya untuk perencanaan program sekolah terkait bakat, minat, dan juga terkait perwujudan budaya sekolah aman dan nyaman," ujar Rusprita.

Selain digunakan oleh sekolah, hasil asesmen juga dapat dibagikan kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua diharapkan dapat memahami karakteristik dan kebutuhan anak secara lebih baik sehingga proses pendampingan di rumah menjadi lebih optimal.

Ada Asesmen Kebugaran Sejak Hari Kedua

Penguatan MPLS 2026 tidak hanya menyasar aspek akademik dan psikologis. Kemendikdasmen juga memasukkan asesmen kebugaran yang dilaksanakan pada hari kedua MPLS.

Asesmen ini mencakup identifikasi massa tubuh dan tes fleksibilitas. Tujuannya adalah membantu sekolah memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran siswa.

Selain itu, sekolah didorong membuka pendaftaran program Cek Kesehatan Gratis sebelum maupun selama pelaksanaan MPLS Ramah. Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut nantinya menjadi bagian dari evaluasi sekolah setelah rangkaian MPLS selesai.

"Dengan demikian, MPLS 2026 ini bergerak lebih kuat dari sekedar pengenalan lingkungan menuju pengenalan murid secara lebih utuh, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, bakat-minat, kesehatan, dan juga kebutuhan dukungan pembelajaran," tegas Rusprita.

Tujuan Asesmen dalam MPLS 2026

Melalui berbagai asesmen tersebut, sekolah diharapkan dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai profil murid baru sejak awal tahun ajaran.

Data yang terkumpul dapat digunakan untuk:

  • Menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
  • Mengidentifikasi kebutuhan dukungan belajar siswa.
  • Memetakan bakat dan minat murid.
  • Membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
  • Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Dengan pendekatan ini, MPLS tidak lagi sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenali karakteristik setiap peserta didik secara lebih komprehensif.

Rangkaian Tes MPLS 2026 Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Orang tua juga akan dilibatkan dalam pengisian sejumlah instrumen saat kegiatan sosialisasi MPLS berlangsung. Berikut rincian asesmen yang akan dilakukan berdasarkan jenjang pendidikan.

TK dan SD

Saat sosialisasi MPLS, orang tua akan diminta mengisi beberapa instrumen sesuai kondisi anak, yaitu:

  • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar anak.
  • Identifikasi massa tubuh anak.
  • Identifikasi minat dan bakat (khusus siswa baru SD).

Selain itu, siswa baru SD akan mengikuti tes fleksibilitas pada hari kedua MPLS.

SMP, SMA, dan SMK

Siswa akan mengikuti beberapa asesmen berikut:

Hari kedua

  • Identifikasi massa tubuh.
  • Tes fleksibilitas.

Hari ketiga

  • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar.
  • Asesmen literasi membaca dan numerasi.
  • Identifikasi bakat dan minat.

Sekolah Luar Biasa (SLB)

Untuk peserta didik SLB, asesmen yang dilakukan berupa identifikasi massa tubuh dengan pendampingan guru. Hasil dan rekomendasi dari asesmen tersebut dapat disampaikan kepada orang tua sesuai pedoman kegiatan yang berlaku.

Melalui rangkaian asesmen ini, MPLS 2026 diharapkan mampu membantu sekolah mengenali kondisi siswa secara lebih menyeluruh sejak awal masuk sekolah, mulai dari kemampuan akademik, kesehatan, kondisi sosial-emosional, hingga potensi bakat dan minat yang dimiliki.




(dpw/dpw)










Hide Ads