Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menurunkan batas usia anak masuk sekolah dasar (SD) dari 7 tahun menjadi 5-6 tahun. Kebijakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SD ini diterapkan bagi anak yang dinilai sudah siap untuk menerima materi pelajaran.
"Jadi untuk SPMB SD ada pengecualian usia anak, tapi ada catatan. Jadi kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD," kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, di Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026), seperti dilansir dari detikEdu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada aturan sebelumnya, usia masuk SD adalah anak berusia 7 tahun per 1 Juli. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025, anak usia 6 tahun kini dapat mendaftar SD.
Sementara itu, anak yang memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta siap secara psikis kini juga bisa mendaftar masuk SD pada umur 5 tahun. Salah satu syaratnya yakni orang tua perlu melampirkan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional atau oleh dewan guru pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
Terlepas dari itu, kebijakan usia masuk sekolah ini menuai berbagai respons. Lantas, berapakah usia ideal anak masuk SD?
Usia Ideal Anak Masuk SD
Psikolog dan akademisi dari Universitas Indonesia (UI), Prof Rose Mini Agoes Salim, menjelaskan usia kesiapan masuk sekolah tiap anak bisa berbeda. Menurutnya, kematangan anak dalam belajar bisa dimulai sejak 5-6 tahun. Meski begitu, dia menyebut rata-rata usia matang anak siap belajar adalah 7 tahun.
"Kalau stimulasi bagus, anak pasti matang ke sekolah. Kenapa usia 7 tahun matang? Karena itu diambil pada usia kematangan rata-rata," kata Rose seperti dikutip dari arsip detikEdu.
Sementara itu, pakar psikologi perkembangan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Afia Fitriana, berpendapat standar anak masuk sekolah seharusnya didasarkan pada kesiapan belajar, bukan usia. Kesiapan itu, Afia berujar, bisa dilihat dari perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional.
"Aspek-aspek perkembangan umum yang perlu diperhatikan, termasuk perkembangan belajar, perkembangan gerak, perkembangan bicara, perkembangan diri, dan perkembangan kontrol tangan," kata Afia.
Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)

