detikBali

Investasi di Lombok Tengah Triwulan I 2026 Tembus Rp 2,1 T

Terpopuler Koleksi Pilihan

Investasi di Lombok Tengah Triwulan I 2026 Tembus Rp 2,1 T


Sui Suadnyana, Edi Suryansyah - detikBali

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat ditemui awak media di ruangannya, Selasa (2/6/2026). Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat ditemui awak media di ruangannya, Selasa (2/6/2026). Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Nilai investasi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tembus Rp 2,1 triliun pada triwulan I 2026. Capaian itu sudah mencapai 51% dari angka yang ditargetkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yaitu Rp 4 triliun.

"Untuk periode triwulan I ini capaiannya sudah 51% dari target. Kurang lebih 2,1 triliun sampai dengan triwulan pertama," kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, kepada awak media, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pathul, investasi yang masuk bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) berkisar Rp 541 miliar. Jika diakumulasikan, investasi yang masuk mencapai Rp 2,1 triliun.

"Itu laporan kegiatan penanam modal sampai dengan triwulan pertama," imbuh Pathul.

ADVERTISEMENT

Investasi yang masuk pada triwulan I 2026 masih didominasi sektor pariwisata di Kecamatan Pujut, Praya Barat Daya, dan Praya Barat. Wilayah itu masih menjadi primadona bagi para investor asing maupun lokal.

Pathul menegaskan percepatan investasi di Lombok Tengah tak bisa hanya puas dengan angka Rp 2,1 triliun. Ia mendorong instansi terkait untuk terus memantau proses percepatan investasi di lapangan.

"Prinsipnya sih kami mendorong percepatan investasi dengan melakukan percepatan seluruh perizinan investasi sepanjang dengan sesuai dengan tata ruang, perizinan dasar terpenuhi," ungkap Pathul.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini berharap masuknya investasi di Lombok Tengah dapat meningkatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu penting untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan ke depan dengan peningkatan PAD ini menjadi motivasi masyarakat yang berinvestasi bisa lebih banyak. Karena kita sering sekali kita berbicara dengan pendapatan," harap Pathul.




(iws/iws)










Hide Ads