detikBali

DPR RI Soroti Gerai Tiket di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPR RI Soroti Gerai Tiket di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur


Sanusi Ardi W - detikBali

Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Harjo kunker ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, NTB, Sabtu (27/6/2026).
Foto: Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Harjo kunker ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, NTB, Sabtu (27/6/2026). (Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Harjo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti keberadaan gerai penjualan tiket kapal yang dinilai merugikan penumpang.

Politikus Partai Gerindra tersebut mengatakan selama ini para penumpang telah mengeluarkan biaya lebih dari setiap pembelian tiket. Selisihnya bisa mencapai Rp 7 ribu jika membeli di gerai penjualan jika dibandingkan membeli langsung di aplikasi Ferizy.

"Jasa kepelabuhan itu dibayar oleh masyarakat kita, harganya sudah masuk di tiket itu, untuk pelayanan penjualan tiket plus penyobekan tiket. Jadi ini sudah dobel, kasihan rakyat kita, selisihnya (beli tiket di gerai) Rp 7 ribu loh biaya administrasi di gerai, belum lagi biaya admin transaksi. Janganlah dibebani rakyat kita," ucap Bambang ketika berkunjung ke kantor ASDP Kayangan, Sabtu (7/6/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menyarankan pembelian tiket langsung secara digital atau cashless. Hal ini tentu akan mempermudah penumpang, selain itu harganya lebih murah.

ADVERTISEMENT

"Kalau ingin cepat dan murah itu bisa menggunakan cashless atau menggunakan digital," ujarnya.

Bambang menyarankan gerai-gerai penjualan tersebut disatukan dalam bentuk koperasi. "Saya sebagai wakil rakyat saya minta untuk dikembalikan, kalau misalnya ingin membantu dalam penjualan itu, silakan tetapi bentuknya itu koperasi," kata Bambang.

Selain menyoroti keberadaan gerai tiket di pinggir jalan pelabuhan, Bambang juga menyinggung soal pelayanan penyeberangan Pelabuhan Kayangan - Poto Tano. Ia menyebut dua dermaga yang ada saat ini masih kurang.

"Jumlah kapal ada 28, dari dua dermaga yang ada jadi yang bisa beroperasi hanya 8, idealnya itu 10 kapal, yang off 20. Sehingga kami meminta ASDP bisa sebagai penanggung jawab dermaganya bisa ditambah. Alhamdulillah Pak Gubernur sudah siap untuk menyiapkan anggaran untuk pembangunan dermaga baru," kata Bambang.




(hsa/hsa)










Hide Ads