PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) melalui acara BRI x REI Expo Bali 2026. Kolaborasi dengan Real Estate Indonesia (REI) ini dihelat di Living World Mall, Denpasar, sejak Sabtu (4/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026).
BRI menawarkan sejumlah promo pembiayaan agar masyarakat bisa punya rumah maupun kendaraan. Bank pelat merah tersebut memberikan suku bunga KPR mulai 1,75 persen tetap selama satu tahun. Selain itu, nasabah mendapat pembebasan biaya provisi dan administrasi.
Baca juga: Sulit Miliki Rumah di Bali |
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan penyelenggaraan BRI x REI Expo merupakan upaya bank pelat merah tersebut memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat, khususnya pada sektor properti dan otomotif. "Melalui BRI x REI Expo Bali 2026, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki rumah dan kendaraan melalui berbagai solusi pembiayaan yang kompetitif," ujarnya melalui siaran pers Selasa (7/7/2026).
BRI, Hery melanjutkan, juga menyiapkan voucer belanja hingga Rp1 juta bagi 10 debitur pertama yang membeli rumah menggunakan fasilitas BRI KPR selama pameran digelar. Perusahaan negara itu juga menyediakan pilihan suku bunga tetap maupun berjenjang dengan tenor pembiayaan hingga 20 tahun. Pilihan skema tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial nasabah.
BRI x REI Expo Bali 2026 juga mempertemukan masyarakat dengan 15 pengembang properti yang menawarkan berbagai pilihan hunian. Beragam proyek itu disiapkan untuk menjangkau berbagai segmen dan kemampuan pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bangun Rumah di Tanah Kontrak |
BRI juga menawarkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan bunga mulai 1,8 persen flat untuk tenor satu tahun. Nasabah dapat memilih tenor pembiayaan hingga lima tahun.
Menurut Hery, kolaborasi dengan REI diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan otomotif. Sektor tersebut dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan banyak pelaku usaha dan industri pendukung.
Hery berharap penyelenggaraan expo ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan yang berkualitas. "Sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hunian maupun kendaraan," imbuhnya.
(gsp/gsp)

