Trump berjanji menghentikan Israel menyerang kembali South Pars, ladang gas terbesar dunia di Iran. Trump berdalih Amerika Serikat (AS) tidak mengetahui serangan tersebut.
"Israel, karena marah dengan apa yang terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara keras fasilitas besar South Pars Gas Field di Iran," tulis Trump di X pada Rabu.
"Sayangnya, Iran tidak mengetahui fakta ini, dan secara tidak adil menyerang sebagian fasilitas LNG Qatar. TIDAK AKAN ADA LAGI SERANGAN OLEH ISRAEL terhadap ladang South Pars ini kecuali Iran secara bodoh menyerang Qatar yang tidak bersalah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika itu terjadi, Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah dilihat Iran sebelumnya."
Sebelumnya, Wall Street Journal menyebut Trump telah menyetujui rencana Israel menyerang ladang gas Iran. South Pars adalah bagian Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia, yang dibagi dengan Qatar, sekutu dekat AS dan tuan rumah pangkalan militer terbesar AS di Teluk.
Dikutip dari Reuters, Kamis (19/3/2026), serangan pada Rabu terhadap ladang gas South Pars yang besar membuat harga minyak naik dan memicu ancaman Iran untuk menyerang fasilitas minyak dan gas di seluruh Teluk, sambil menembakkan rudal ke Qatar dan Arab Saudi.
Eskalasi ini semakin mengganggu pasokan energi global yang sudah terguncang, meningkatkan tekanan politik terhadap Trump, yang ikut Israel menyerang Iran hampir empat minggu lalu.
Perusahaan minyak negara Qatar, QatarEnergy, melaporkan "kerusakan luas" setelah rudal Iran mengenai Ras Laffan Industrial City, yang memproses sekitar seperlima pasokan gas global.
Artikel ini sudah tayang di detikFinance, baca selengkapnya di sini!
(hsa/hsa)

