detikBali

Terungkap, Ayah yang Bunuh Anak lalu Gantung Diri Perawat RSUD Borong

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap, Ayah yang Bunuh Anak lalu Gantung Diri Perawat RSUD Borong


Ambrosius Ardin - detikBali

Ilustrasi
Foto: Ilustrasi bunuh diri. (Dok.BeritaKlik)
Manggarai Barat -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang ayah di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga membunuh anaknya yang berusia tujuh tahun, lalu gantung diri. Pria berinisial YD (34) itu diketahui bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Manggarai Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perawat di RSUD Borong," ungkap Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Jumat (12/6/2026).

"Entah ASN atau bukan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah mereka di Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, Kamis (11/6/2026). Hasil penyelidikan awal polisi, YD diduga membunuh anaknya itu sebelum mengakhiri hidup dengan gantung diri.

"Diduga korban 1 (YD) sebelum gantung diri terlebih dahulu membunuh korban 2 (AD) dengan cara membekap mulut dan hidung korban hingga korban meninggal kemudian korban 1 gantung diri," ungkap Zacky, Jumat (12/6/2026).

YD ditemukan tergantung di balok yang membentang di plafon rumah tersebut pada Kamis (11/6). Sementara itu, jasad AD ditemukan dalam kondisi kaku di tempat tidur. Kondisi jasad AD mengeluarkan cairan pada hidung serta mulut berbusa dengan ditutupi menggunakan selimut

"Di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan satu kotak berisi obat-obatan medis dan sebuah kayu dekat jendela dengan panjang 37 sentimeter (cm). Kondisi TKP telah berubah," kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis terhadap jenazah YD, ditemukan luka lebam pada leher di bawah bekas jeratan tali. Selain itu, terdapat air mani pada celana korban. "Korban meninggal dunia murni gantung diri," kata Zacky.

Sementara hasil visum et repertum pada jenazah sang anak, ditemukan lebam pada pelipis kanan. Terdapat pula cairan berbuih pada hidung AD. "Diagnosa dokter, bahwa korban meninggal karena kekurangan oksigen. Diduga korban dibekap oleh korban 1 (YD) menggunakan tangan menutup hidung dan mulut korban hingga korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia," terang Zacky.




(hsa/hsa)










Hide Ads