detikBali

Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Maumere gegara Cuaca Buruk

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Maumere gegara Cuaca Buruk


Yurgo Purab - detikBali

Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup imbas dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Bandara ditutup karena terdampak abu vulkanik.
Foto: Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert)
Flores Timur -

Cuaca buruk di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan sebuah pesawat Wings Air jurusan Ende-Kupang harus mendarat darurat (divert) di Bandara Frans Seda Maumere, Sikka, Kamis (22/1/2026).

Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi. Pesawat itu beberapa kali harus mengalami pengalihan penerbangan lantaran cuaca buruk.

"Dari Ende harusnya ke Kupang. Kupang cuaca buruk dialihkan ke Labuan Bajo, Labuan Bajo cuaca buruk dialihkan ke Maumere. Tadi pagi dari Maumere sudah terbang ke Ende," kata Partahian saat dikonfirmasi detikBali, Kamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca buruk juga terjadi di Kabupaten Flores Timur. Angin kencang dan hujan deras menerjang Kota Larantuka. Berdasarkan informasi yang diterima detikBali, pesawat jurusan Larantuka juga batal terbang (cancel flight).

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, Kepala Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, belum memberikan keterangan mengenai pesawat yang batal terbang itu. Telepon dan pesan WhatsApp detikBali belum direspons.

Sementara itu, cuaca buruk juga membuat penyeberangan Pelabuhan Ferry Larantuka ditutup. Supervisor PT ASDP Cabang Larantuka, Zacharias Noya, mengatakan meski penyeberangan ditutup, pelabuhan tetap buka.

"Untuk pelabuhan Ferry tidak ditutup, hanya tida ada pelayanan penyeberangan karena kondisi cuaca," ujarnya.

Pelayaran kapal laut dari Kabupaten Lembata ke Kabupaten Flores Timur, batal hari ini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Syabandar Lewoleba, Agustinus Suprijanto.

"Untuk Lembata-Larantuka (Flores Timur) hari tidak ada pelayaran," ujarnya.

Agus mengatakan, kapal yang biasa melayani pelayaran ke Kota Larantuka dan dua pulau di Flores Timur itu juga tidak bisa melayani pergerakan penumpang dan barang ke wilayah tersebut.

"Lembata-Solor tidak ada. Lembata-Adonara melalui Pelabuhan Boleng sekali pelayanan tadi pagi," imbuhnya.

Sementara, pelayaran dari Kabupaten Flores Timur memberlakukan sistem buka tutup, tergantung keadaan cuaca hari bersangkutan.

Pelaksana Harian Kantor UPP Kelas II Larantuka, Sailudin Magung mengatakan, hari ini, Kamis (22/1/2026), tetap berlayar ke Lembata dan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Flores Timur, sambil memperhatikan keadaan cuaca dan gelombang.

"Pelabuhan Menanga-Solor, Boleng-Adonara dan Waiwerang-Adonara, pukul 08.00 Wita sampai 12.00 Wita keadaan gelombang tidak tinggi, juga ke Lembata. Kita minta kiriman video (saat kapal berangkat) dokumentasi lalu dipantau," ujar Sailudin saat dikonfirmasi detikBali, Kamis.

Sailudin mengatakan selain kapal penumpang, kapal BBM juga tetap beroperasi sambil memperhatikan kondisi cuaca di lapangan saat berlayar.

"Cuaca baik, aman. Kapal Sinar jam 10.00 Wita diberangkatkan ke Lewoleba-Lembata," tandasnya.

Pantauan detikBali, kondisi angin kencang dan hujan lebat melanda Flores Timur dari pagi hingga siang. Aktivitas di Pasar Inpres Larantuka tampak sepi. Demikian pula dengan arus lalu lintas di jalanan yang terlihat lengang.




(hsa/hsa)










Hide Ads