detikBali

Jalan Salib Jelang Paskah di Rutan Manggarai Barat, Tahanan Menangis

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Jalan Salib Jelang Paskah di Rutan Manggarai Barat, Tahanan Menangis


Ambrosius Ardin - detikBali

Uskup Labuan Bajo, Monsinyur (Mgr). Maksimus Regus memimpin ibadat Jalan Salib di Rutan Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, Jumat (27/3/2026) (Humas Polres Manggarai Barat)
Foto: Uskup Labuan Bajo, Monsinyur (Mgr). Maksimus Regus memimpin ibadat Jalan Salib di Rutan Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, Jumat (27/3/2026) (Humas Polres Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Sejumlah tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Manggarai Barat terlihat menangis saat ibadat Jalan Salib yang dipimpin Uskup Labuan Bajo, Monsinyur (Mgr). Maksimus Regus, Jumat (27/3/2026). Ibadat itu untuk mengenang kisah sengsara Yesus hingga wafat dengan 14 perhentian. Kegiatan rohani dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah 2026

Berlangsung di lorong sempit ukuran sekitar 7x1,5 meter, Ibadat Jalan Salib itu diikuti 15 tahanan beragama katolik. Ibadat itu berlangsung penuh haru. Beberapa tahanan tampak tertunduk lesu, sesekali mengusap air mata dengan baju yang dipakai saat mengikuti prosesi perhentian demi perhentian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir mendampingi Mgr. Maksimus adalah Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang bersama jajaran perwira, sejumlah Pastor dan Suster. "Ini bagian dari aksi sosial karitatif dari keuskupan dalam rangka prapaskah dan menyongsong pesta paskah. Ini kunjungan solidaritas," ujar Mgr. Maksimus.

"Kiami berharap ini menjadi kegiatan rutin untuk pelayanan kerohanian dan spiritual bagi saudara kita yang sedang mendapatkan pembinaan di sini," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

Uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo ini menegaskan jeruji besi bukanlah batas bagi kasih Tuhan. Mgr. Maksimus mengajak warga binaan untuk melihat penderitaan saat ini sebagai proses pemurnian diri.

"Jalan Salib adalah jalan penderitaan yang berujung pada kemenangan. Di tempat ini, setiap pribadi diajak untuk memikul salibnya masing-masing dengan penuh penyesalan, namun tetap memiliki harapan akan kebangkitan hidup yang baru," ujar Mgr. Maksimus.

Ia juga memberikan penekanan khusus pada nilai pengampunan. Menurutnya, kesalahan masa lalu tidak boleh mendefinisikan masa depan seseorang.

"Tuhan tidak melihat masa lalu kalian yang kelam, tetapi Ia melihat kerinduan hati kalian untuk kembali ke jalan yang benar. Setiap manusia berhak atas kesempatan kedua, dan kesempatan itu dimulai dari pertobatan di tempat ini," kata Maksimus.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembinaan mental bagi para tahanan. Ia percaya bahwa pendekatan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan spiritual.

"Kami ingin memastikan bahwa di balik proses hukum yang berjalan, aspek kemanusiaan dan spiritual mereka tetap terjaga. Pendekatan spiritual sangat penting agar saat bebas nanti, mereka memiliki karakter yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," ujar Christian.

Ia apresiaskesediaan Mgr. Maksimus mengunjungi para tahanan di tengah kesibukan menjelang Pekan Suci Paskah. "Kehadiran Bapak Uskup di sini adalah anugerah yang memberikan penguatan luar biasa, tidak hanya bagi para tahanan, tetapi juga bagi seluruh personel kami dalam menjalankan tugas dengan hati," tandad Christian.




(nor/nor)










Hide Ads