detikBali

Kemendikdasmen Janji Renovasi SDN Tando Usai Viral KBM di Bawah Pohon

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kemendikdasmen Janji Renovasi SDN Tando Usai Viral KBM di Bawah Pohon


Ambrosius Ardin - detikBali

Tangkapan layar sejumlah murid SDN Tando belajar di bawah pohon.
Foto: Tangkapan layar sejumlah murid SDN Tando belajar di bawah pohon. (Tangkapan layar)
Manggarai Barat -

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (12/4/2024). Peninjauan tersebut setelah viral sejumlah siswa di sekolah tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon karena keterbatasan rombongan belajar atau ruang kelas.

Setelah peninjauan tersebut, Kemendikdasmen berjanji membantu pembangunan empat ruang kelas tambahan untuk sekolah yang lokasinya ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo tersebut. Selain ruang kelas, Kemendikdasmen akan membangun toilet untuk sekolah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasilnya akan dibantu empat ruang kelas baru dan toilet," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat Yohanes Hani, Minggu malam.

Yohanes ikut mendampingi perwakilan Kemendikdasmen meninjau SDN Tando. Ikut juga dalam peninjauan itu Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT. BPMP adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah (Kemendikdasmen).

ADVERTISEMENT

Yohanes mengatakan Dinas PKO Kabupaten Manggarai menyiapkan proposal usulan untuk pembangunan empat ruang kelas tambahan. Proposal itu bahkan sudah diserahkan kepada Kemendikdasmen dan BPMP Provinsi NTT.

"Kami menyiapkan proposal usulannya dan tadi sudah dikirim. Semoga tidak ada hambatan," ujar Yohanes.

Ia mengatakan rencana pembangunan empat ruang kelas itu dilakukan pada tahun ini. Lahannya sudah ada, seluas 3,899 hektare Lahan itu sudah bersertifikat.

"Rencana pembangunan tahun ini, kapan persisnya belum tahu. Saya yakin saja ada karena prosesnya panjang mulai dari bimbingan teknis kepala sekolah, perencanaan anggaran dan sebagainya," jelas Yohanes.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa SDN Tando melaksanakan KBM di bawah pohon sudah berlangsung sejak sekitar delapan tahun lalu. Kini siswa kelas 2 dan 3 yang bergantian melaksanakan KBM di bawah pohon.

"Sudah lama, sejak 2018," ungkap Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala, Sabtu (11/4/2026).

Kelas 2 sekolah tersebut memiliki 15 murid, dan terdapat 10 murid untuk kelas 3. Video yang viral di media sosial itu adalah KBM kelas 3.




(hsa/hsa)










Hide Ads