Pelaku pariwisata di Labuan Bajo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), long march keliling Kota Labuan Bajo menolak kuota kunjungan 1000 wisatawan per hari ke Taman Nasional Komodo. Awalnya mereka berjumlah puluhan orang, mengawali aksi demonstrasi di Kantor DPRD Manggarai Barat.
Mereka kemudian keliling Kota Labuan Bajo, menyusuri kawasan Marina hingga terakhir mendatangi kantor Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Jumlah massa bertambah hingga ratusan orang ketika geruduk kantor BTNK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga menerima massa di depan gerbang masuk kantor BTNK. Di hadapan Hengki, massa bergantian berorasi menyatakan penolakan terhadap kuota tersebut sebab berdampak terhadap pelaku pariwisata lokal.
"Tiap kali buat regulasi membuat kami menderita. Setiap buat regulasi kami menangis," ujar salah satu perwakilan travel agen dalam orasinya.
Massa aksi juga menyoroti BTNK yang memberi izin konsesi kepada sejumlah investor di TNK untuk membangun akomodasi pariwisata. Di sisi lain membatasi kunjungan wisatawan dengan alasan konservasi.
Mereka juga menyoroti pembatasan kunjungan itu dengan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2026 yang mencapai 17,6 juta. BTNK disebutkan justru membatasi kunjungan wisatawan ke TN Komodo 300 ribu per tahun.
Mereka mendesak Hengki mencabut kebijakan kuota 1000 turis per hari ke TN Komodo tersebut.
"Bapak harus tandatangani itu (cabut kebijakan kuota ke TN Komodo)," tegar salah satu orator dari mobil komando.
Hingga pukul 12.20 Wita, massa masih melakukan orasi. Suasana masih kondusif. Aksi demonstrasi ini dijaga ketat aparat kepolisian.
Sebelumnya, BTNK menerapkan kebijakan kuota kunjungan 365.000 wisatawan per tahun ke Taman Nasional Komodo mulai 1 April 2026. Kuota tersebut dialokasikan rata-rata 1.000 wisatawan per hari.
Kuota yang tidak terpenuhi hingga 1.000 per hari pada musim sepi kunjungan (low season) akan didistribusikan secara proporsional ke musim ramai kunjungan (peak season).
Pada periode peak season, jumlah kunjungan bisa melebihi 1.000 wisatawan per hari dengan memanfaatkan sisa kuota dari low season.
"Kita masih kuota tahunan. Sisa-sisa kuota kita distribusikan dalam seluruh bulan dalam satu tahun secara proporsional dengan mengacu data tahun lalu mana peak season dan mana low season," jelas Hengki.
Ia menambahkan, alokasi kuota saat peak season mengacu pada data kunjungan wisatawan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk diketahui, kunjungan harian tertinggi saat peak season tahun lalu tercatat di Pulau Padar pada 22 Juli 2025 yang mencapai 1.755 wisatawan.
"Kalau kita mengacu tahun lalu ada angkanya juga. Kita punya data tahun lalu peakseason itu berapa. Sehingga pendekatan dari situ sisa kuota kita distribusikan secara proposional untuk peak season," jelas Hengki.
(nor/nor)

