detikBali

IRT Tewas Bersimbah Darah di Bawah Jembatan PDAM Kupang Diduga Bunuh Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan

IRT Tewas Bersimbah Darah di Bawah Jembatan PDAM Kupang Diduga Bunuh Diri


Yufengki Bria - detikBali

Lokasi penemuan jenazah di kolong jembatan pipa PDAM di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Sabtu (9/5/2026).
Lokasi penemuan jenazah di kolong jembatan pipa PDAM di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Kupang -

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Polisi mengungkap penyebab kematian ibu rumah tangga (IRT) bernama Fredolina Kikhau (26) diduga karena bunuh diri. Fredolina sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di bawah kolong jembatan penyangga pipa PDAM di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaannya begitu (bunuh diri) karena beban hidup. Suaminya sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas 1A Kupang terkait kasus pencurian. Keluarganya juga tidak ingin korban dengan suami masih berhubungan," ujar Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota AKP Jumpatua Simanjorang kepada detikBali, Senin (9/5/2026).

Jumpatua menuturkan jenazah Fredolina pertama kali ditemukan oleh warga berinisial TT sekitar pukul 05.30 Wita, Senin. TT awalnya melintas di jembatan tersebut dan sempat tergelincir hingga nyaris terjatuh.

ADVERTISEMENT

"Saat itu, tangan saksi tersebut sempat menyenggol pipa PDAM sehingga terkena darah. Namun, saat diperiksa, tangannya tidak mengalami luka," tutur Jumpatua.

Tak lama kemudian, TT menemukan sebuah jaket berlumuran darah di sekitar jembatan. Betapa kagetnya TT melihat sesosok mayat perempuan di bawah jembatan dengan posisi tubuh miring ke sebelah kiri. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah personel Polresta Kupang Kota langsung mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil olah TKP, ketinggian dari atas jembatan penyangga pipa ke dasar kali itu sekitar 15 meter.

Selanjutnya, polisi mengevakuasi jenazah TT ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka sayatan terbuka di bagian pergelangan tangan dan leher kanannya. Selain itu, polisi juga menemukan sebuah pisau cutter di samping jenazah.

"Hasil visum ditemukan luka terbuka bekas sayatan pada pergelangan tangan kanan korban dan luka terbuka bekas sayatan pada leher samping kanan korban," terang Jumpatua.

Saat ini, jenazahnya sudah diserahkan ke keluarganya untuk disemayamkan dan proses pemakaman. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi.




(iws/iws)











Hide Ads