detikBali

Ada Warga Meninggal, Desa Penglipuran Tak Pasang Penjor Galungan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ada Warga Meninggal, Desa Penglipuran Tak Pasang Penjor Galungan


Aryo Mahendro - detikBali

Suasana dan keramaian turis di  Desa Penglipuran tanpa barisan penjor, Bangli, Selasa (16/6/2026).
Suasana dan keramaian turis di Desa Penglipuran tanpa barisan penjor, Bangli, Selasa (16/6/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Bangli -

Ada pemandangan berbeda di Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, menjelang Hari Raya Galungan. Desa wisata tersebut tidak memasang penjor karena salah seorang warganya meninggal dunia.

"Ya, kami tidak pasang penjor hari ini," kata Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa kepada detikBali, Selasa (16/6/2026).

Sumiarsa menjelaskan warga Desa Penglipuran tidak memasang penjor selama tiga hari. Keluarga warga yang meninggal juga tidak memasang penjor dan tidak melaksanakan persembahyangan di pura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama tiga hari, warga tidak memasang penjor. Termasuk keluarga warga yang meninggal juga tidak memasang penjor dan tidak sembahyang di pura," kata Sumiarsa.

Menurutnya, tradisi yang biasa dilakukan warga Desa Penglipuran saat Hari Raya Galungan terpaksa ditunda. Saat ada warga desa yang berduka, seluruh aktivitas adat dan keagamaan dihentikan sementara.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak merayakan galungan tahun ini karena sesuai dengan tradisi dan adat kami ketika ada warga yang sedang berduka semua kegiatan yang bersifat sakral ditiadakan," katanya.

Pantauan detikBali, tidak ada satu pun penjor yang terlihat dari pintu masuk sisi timur desa. Setelah berjalan hingga pertigaan, terlihat dua penjor terpasang di depan dua rumah warga. Selain itu, dua penjor juga tampak berdiri di pintu masuk pura desa.

Di luar itu, tidak ada penjor lain yang terpasang di rumah-rumah warga sepanjang gang ke arah utara maupun selatan. Sejak pukul 15.00 Wita, hanya terlihat kerumunan wisatawan domestik yang mengenakan pakaian adat Bali dan turis asing yang berkeliling di kawasan desa.

Meski ada warga yang berduka, desa wisata yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di Indonesia itu tetap dibuka untuk umum. Tidak ada diskon tiket masuk maupun promo khusus, tetapi aktivitas pariwisata berjalan normal.

"Untuk wisata berjalan dengan normal seperti biasa. Wisatawan tetap dapat menikmati suasana pedesaan," katanya.

Reaksi Turis Penglipuran Tanpa Penjor

Beragam reaksi ditunjukkan wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran. Sebagian mengaku kecewa karena tidak dapat menikmati keindahan penjor yang biasanya menghiasi desa saat Hari Raya Galungan.

"Sedikit kecewa. Padahal saya berharap ada banyak penjor di sini," kata salah seorang turis asal Prancis.

Janet, wisatawan asal Jakarta, juga mengaku kecewa. Ia baru mengetahui tidak ada deretan penjor di Desa Penglipuran karena ada warga yang meninggal dunia.

"Padahal saya ke sini sengaja mau lihat penjor," kata Janet.

Suasana dan keramaian turis di  Desa Penglipuran tanpa barisan penjor, Bangli, Selasa (16/6/2026).Suasana dan keramaian turis di Desa Penglipuran tanpa barisan penjor, Bangli, Selasa (16/6/2026). Foto: Aryo Mahendro/detikBali

Janet menuturkan dirinya baru mengetahui kondisi tersebut setelah menyewa pakaian adat Bali dan masuk ke kawasan desa.

Meski demikian, Janet tidak membatalkan kunjungannya. Ia bersama suami dan dua anaknya tetap menikmati suasana Desa Penglipuran serta berfoto di depan rumah-rumah warga.

"Saya baru tahu kalau ternyata ada yang meninggal. Jadi nggak boleh pasang penjor. Padahal ini saya baru ganti baju adat, jadi nyari penjor di Denpasar saja," katanya.

Berbeda dengan Janet, Sabrina dan Greta yang merupakan wisatawan asal Italia tidak mempermasalahkan Desa Penglipuran tanpa penjor.

Sabrina mengaku datang ke Desa Penglipuran untuk menikmati suasana desa, bukan semata-mata melihat penjor.

"Saya nggak ada masalah. Saya wisata di desa ini bukan untuk mencari penjor. Urusan penjor, mungkin saya akan berkunjung ke tempat lain," kata Sabrina.




(dpw/dpw)










Hide Ads