detikBali

Lokasi Asli Kolam Susu yang Jadi Inspirasi Lagu Koes Plus

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lokasi Asli Kolam Susu yang Jadi Inspirasi Lagu Koes Plus


Arga Fahreza - detikBali

Kolam Susu/Foto: pemprovntt.go.id
Foto: Kolam Susu di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, NTT. (Dok. Pemprov NTT)
Belu -

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Lirik lagu Koes Plus berjudul 'Kolam Susu' ini tentu sudah tak asing terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Lagu ini begitu melegendaris di Tanah Air dan sering dinyanyikan dengan nuansa nasionalis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, apakah detikers tahu soal 'kolam susu' yang dimaksud dalam lirik lagu itu? 'Kolam susu' dalam lirik itu ternyata bukan sekadar ungkapan atau imajinasi semata, tetapi memang nyata adanya.

Kolam Susu yang dimaksud dalam lagu Koes Plus itu adalah sebuah telaga di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga setempat juga mengenalnya dengan Kolam Susuk.

ADVERTISEMENT

Kolam Susu adalah sebuah danau alami dengan pesona khas Timor yang memukau. Keindahannya bahkan membuat grup musik Koes Plus terkesima hingga tercipta lagu terkenal itu.

Kisah Kolam Susu Menginspirasi Koes Plus

Grup musik Koes Plus awalnya melakukan perjalanan darat dari Kupang menuju Dili, Timor Leste, pada 1971. Mereka dalam perjalanan itu kemudian singgah di sebuah danau indah di Belu.

Danau itu bernama Kolam Susuk. Sesuai bahasa setempat, "susuk" berarti nyamuk. Jadi, Kolam Susuk secara harfiah berarti "kolam nyamuk".

Danau ini begitu memukau. Saat air jernih, dasar Kolam Susuk terlihat putih. Hal itu tidak terlepas dari tanah di wilayah itu yang banyak mengandung kapur, termasuk di dasar danau. Koes Plus pun terpesona dan menjadikan Kolam Susuk sebagai inspirasi untuk menciptakan lagu yang sangat populer hingga saat ini.

Jadi Destinasi Wisata

Kolam Susuk kini menjadi destinasi wisata favorit di Belu meski pun dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati suasana danau bisa duduk santai di gazebo-gazebo yang tersedia di pinggir danau.

Danau ini juga kaya akan biota air, seperti ikan bandeng dan udang. Tak jarang warga sekitar memancing di Kolam Susuk. Hasil tangkapan ikan bisa langsung dimasak di warung-warung di sekitar kolam.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi Kolam Susuk, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil. Pasalnya, jarak Kolam Susuk dari pusat Kota Atambua sekitar 17 kilometer (km).

Saat berkunjung, wisatawan akan diminta sumbangan parkir yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp 2.000 hingga Rp5.000. Fasilitas di sekitar danau cukup lengkap untuk wisatawan, seperti gazebo untuk duduk santai menikmati pemandangan.




(iws/iws)











Hide Ads