detikBali

Harga Pertalite di Lembata Tembus Rp 50 Ribu per 1,5 Liter

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Pertalite di Lembata Tembus Rp 50 Ribu per 1,5 Liter


Sui Suadnyana, Yurgo Purab - detikBali

Antrean panjang di salah satu SPBU Lembata, Rabu (24/6/2026). (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)
Foto: Antrean panjang di salah satu SPBU Lembata, Rabu (24/6/2026). (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)
Lembata -

Warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluh lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite eceran meningkat tidak wajar. Harga BBM eceran di sana naik hingga Rp 50 ribu per botol air mineral ukuran 1,5 liter.

"Setengah (botol) harga Rp 20 ribu, full (botol) harga Rp 50 ribu," ujar salah satu warga Lembata inisial Y saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (24/6/2026).

Warga Kecamatan Ile Ape, Lembata, inisial B, setali tiga uang. B mengungkapkan harga BBM eceran per 1,5 liter air mineral mencapai Rp 35 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, persoalan BBM di Lembata ternyata tidak berhenti sampai di harga eceran yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan antrean mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengakui ada peningkatan antrean kendaraan di beberapa SPBU di Lembata. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi itu disebabkan berbagai faktor.

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan BBM kendaraan bermotor, bertambahnya penerbitan surat rekomendasi bagi nelayan, serta aktivitas pembelian oleh pengecer yang turut memengaruhi tingkat konsumsi BBM di wilayah tersebut," terang Ahad.

Pertamina Patra Niaga, terang Ahad, telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM dan memastikan distribusi tetap tepat sasaran. Salah satunya melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat pengawasan distribusi, termasuk dalam penerbitan surat rekomendasi bagi nelayan.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan sesuai ketentuan. Pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi juga terus diperkuat agar manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang berhak," terang Ahad.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas juga terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap realisasi kuota serta penyaluran BBM subsidi di Lembata. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.




(hsa/hsa)











Hide Ads