detikBali

NTB Akan Minta Rp 700 Miliar ke Pusat untuk Poles Venue PON 2028

Terpopuler Koleksi Pilihan

NTB Akan Minta Rp 700 Miliar ke Pusat untuk Poles Venue PON 2028


Ahmad Viqi - detikBali

KONI NTB, Mori Hanafi, saat menghadap ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terkait persiapan PON 2028, Jumat (26/6/2026).
Foto: Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi, saat menghadap ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terkait persiapan PON 2028, Jumat (26/6/2026). (Dok. Pemprov NTB)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal meminta anggaran sebesar Rp 700 miliar pemerintah pusat untuk memoles venue menyambut gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 mendatang. Hal itu ditegaskan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi.

Dia mengatakan dana jumbo ini bukan untuk membangun fasilitas baru dari nol, melainkan murni untuk memoles alias merevitalisasi venue olahraga yang sudah ada di NTB.

"Fokus kita menyulap Kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Turide dan sekitarnya agar layak menggelar ajang olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut," ungkap Mori, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mori menilai, angka Rp 700 miliar yang diusulkan ini terbilang sangat rasional. Jika berkaca pada pelaksanaan PON XXI di Aceh-Sumatera Utara lalu, anggaran yang dikucurkan pusat justru jauh lebih fantastis.

Apalagi, beber politisi asal Sumbawa ini, fasilitas olahraga di NTB dinilai sudah punya modal awal yang baik.

ADVERTISEMENT

"Itu sudah cukup, karena kemarin Ketua KONI Pusat bilang venue di NTB kelas dunia," tambah Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Demi mematangkan persiapan, Mori mendesak Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk bergerak cepat menyusun kepanitiaan besar atau Pengurus Besar (PB) PON 2028.

Menurutnya, langkah taktis ini diperlukan agar pembagian tugas menjadi jelas. Pasalnya, KONI NTB tidak ingin terdistraksi mengurus logistik untuk pelaksanaan PON 2028 nanti.

"Kamk ingin fokus 100 persen menggembleng performa para atlet. Jadi, kami menyarankan agar Pak Gubernur segera membentuk PB PON, siapa yang akan dipilih terserah Pak Gubernur nanti. Ya kami dorong orang lokal," tegas Ketua DPW Partai NasDem NTB tersebut.

Di sisi lain, Mori juga menyentil adanya riak-riak penolakan dari sejumlah pihak terkait status NTB sebagai tuan rumah PON 2028 bersama NTT dan DKI Jakarta. Menurutnya, kritik dan penolakan harus didasari oleh alasan dan argumen yang jelas, bukan sekadar asal bunyi.

Dia pun mengingatkan bahwa memenangkan bidding sebagai tuan rumah PON bukanlah perkara gampang. Menjadi tuan rumah butuh perjuangan ekstra untuk meyakinkan pemerintah pusat agar mau memberikan kepercayaan penuh kepada daerah.

"Kalau ada yang nolak, harus jelas alasannya apa, jangan cuma nolak saja," cetusnya.

Mori pun berkomitmen akan memanfaatkan sisa waktu dua tahun ke depan untuk membina dan melatih para atlet. NTB tidak ingin sekadar jadi penonton di rumah sendiri.

"Kami target kita posisi lima besar dalam perolehan medali ya. Harus optimistis ya," tandasnya.




(hsa/iws)










Hide Ads