detikBali

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah dr Icha yang Diduga Diintimidasi DPRD TTU

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah dr Icha yang Diduga Diintimidasi DPRD TTU


Simon Selly - detikBali

Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Foto: Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Jenazah dokter perempuan, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha Pakaenoni (27), tiba di rumah duka di bilangan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan simpatisan yang hadir.

Rumah duka yang berada di Blok F Perumahan RSS Baumata dipadati para pelayat. Selain keluarga besar, sejumlah sahabat, rekan sejawat, dan warga sekitar turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum jenazah dibawa masuk ke dalam rumah, terlebih dahulu dilaksanakan doa bersama yang dipimpin Romo Valens Boi. Setelah prosesi doa selesai, jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka. Isak tangis keluarga terus pecah sepanjang prosesi penyambutan jenazah di kediaman orang tua almarhumah.

Sebelumnya, dr. Icha dinyatakan meninggal dunia pada Jumat petang (26/6/2026) setelah menjalani perawatan intensif. Sebelum disemayamkan, jenazah terlebih dahulu menjalani menjalani perawatan intensif atas trauma setelah diintimidasi beberapa anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

ADVERTISEMENT

Jenazah kemudian dibawa kembali ke rumah duka menggunakan mobil jenazah Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 23.11 Wita setelah proses pemandian jenazah selesai dilakukan.

Mobil jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 00.18 Wita dan langsung disambut isak tangis para pelayat yang telah berkumpul di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr. Icha merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Dua adiknya juga berprofesi di bidang kesehatan, masing-masing seorang dokter yang bertugas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan seorang apoteker.

Almarhumah merupakan putri dari Gabriel Pakaenoni, seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), dan Nur, yang masih aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Sebelumnya, dr. Icha meninggal dunia, sekitar pukul 18.30 Wita, Jumat (26/6/2026). Diduga, Icha meninggal dunia karena depresi setelah diintimidasi dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU).

Icha diduga diintimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Ketika itu, Icha menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau.

Pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu. Pasien awalnya diterima RSUD Kefamenanu pada 13 Juni 2026 pukul 12.50 Wita.

Dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi IGD. Mereka lantas disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha. Diketahui, kedua pria itu adalah anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien merupakan keponakan Therensius.

"Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap Victor.

Dugaan intimidasi itu membuat Icha terguncang hingga menangis di rumah sakit. Berikutnya, Icha ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia.




(nor/nor)










Hide Ads