detikBali
Round Up

Menanti Hasil Investigasi Kemenkes soal Kematian Dokter Icha

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Menanti Hasil Investigasi Kemenkes soal Kematian Dokter Icha


Tim detikBali - detikBali

Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Foto: Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menempuh langkah baru dalam kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (27). Kemenkes kini melakukan investigasi atas kematian dokter perempuan yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona, Timor Tengah Utara (TTU) itu.

Dokter Icha meninggal akibat diintimidasi tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU, yakni Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Veronika Lake dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Therensius Lazakar, dari Partai Golongan Karya (Golkar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah investigasi ini dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, saat melayat ke rumah duka di Kupang, Senin (29/6/2026) sore. Yuli melayat mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Kemenkes memastikan akan mengusut dugaan intimidasi dan menjamin perlindungan bagi tenaga medis," ujar Yuli dalam pidatonya.

ADVERTISEMENT
Dirjen SDMK Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, saat memberikan sambutan mewakili Menkes di rumah duka di Kupang, Senin (29/6/2026).Dirjen SDMK Kemenkes, Yuli Farianti, saat melayat mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin di rumah duka dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (27) di Kupang, Senin (29/6/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)

Yuli mengatakan Kemenkes mendapatkan informasi awal dari media sosial (medsos) terkait dugaan intimidasi oleh anggota DPRD terhadap Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona pada 13 Juni 2026.

Kemenkes, tegas Yuli, tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU. Namun, hal itu akan disampaikan setelah proses investigasi tuntas.

"Kami harus melakukan investigasi duluan, posisi kasusnya seperti apa. Jadi, makanya kami dari hari ini bersama Ibu Ketua Inspektorat Investigasi karena beliau membawahi dari tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait dengan keprofesian, pembinaan dari keprofesian," terang Yuli.

Yuli mengimbau seluruh dokter di Indonesia agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi dalam bertugas. "Jangan pernah takut bersuara karena kalian akan dilindungi," tegasnya.

Solidaritas IDI untuk Dokter Icha

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan solidaritas untuk Dokter Icha. IDI mengajak para dokter mengenakan pita hitam selama tujuh hari, terhitung sejak pemakanan almarhumah atau 29 Juni-5 Juli 2026.

"Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan solidaritas kepada sejawat tercinta, dr Icha, kami mengimbau seluruh anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengenakan pita hitam pada lengan kanan selama tujuh hari," kata Ketua IDI NTT, dr Stef Soka, kepada detikBali, Senin (29/6/2026).

Selain itu, IDI NTT juga meminta anggota mereka untuk menghadiri prosesi pemakaman almarhumah. Stef juga mengimbau para anggota IDI NTT agar mengenakan jas dokter selama prosesi pemakaman berlangsung.

"Kehadiran dan kebersamaan sejawat merupakan penghormatan terakhir bagi almarhumah serta dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan," imbuh Stef.

Sosok Dokter Icha di Mata Sejawat

Dokter Icha dikenang sebagai sosok yang rajin, ramah, dan sangat peduli terhadap pasien. Kenangan itu disampaikan sahabatnya, dr Pito Jella, yang telah berteman dengan almarhumah selama 10 tahun sejak sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, NTT, pada 2016.

"Sudah 10 tahun, kami kawan kuliah dari 2016, setelah itu bersama sama internship dan sekarang tugas bersama di TTU," tulis Pito dalam pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026).

Menurut Pito, Dokter Icha dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ceria, dan mudah bergaul. Almarhumah juga selalu datang tepat waktu dalam menjalankan tugasnya.

"dr Icha pribadi yang ceria, beliau paling rajin sehingga selalu datang tepat waktu. Beliau juga orang yang ramah kepada semua orang," ujar Pito.

Di luar pekerjaan, Dokter Icha disebut sebagai sosok yang senang berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama teman-temannya.

"Beliau ini saat bersama-sama dengan orang yang sudah dikenal, suka bercerita dan kami di TTU sering aktivitas bersama seperti camping, mendaki gunung, dan ke air terjun bersama," kenang Pito.

Pito mengatakan mereka juga sempat bertugas di puskesmas yang sama sebelum akhirnya berpisah tempat kerja pada 2025.

Menurut Pito, dedikasi Dokter Icha terhadap pasien menjadi salah satu hal yang paling diingat. Almarhumah disebut selalu berupaya memberikan ketenangan kepada pasien dan aktif melakukan pelayanan hingga ke lapangan.

"Beliau sangat ramah dengan pasien, sangat sering bila pasien tidak ada kendala dalam pengobatan beliau selalu mencari cara agar pasien tenang. Saat di tempat tugas beliau juga sering kunjungan ke rumah pasian dan rajin ke desa untuk kunjungan ke pasien," terang Pito.

Pito berharap kasus meninggalnya Dokter Icha dapat diproses secara tuntas oleh aparat penegak hukum. Ia juga meminta pemerintah daerah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi.

"Yang saya harapkan kepada polisi adalah untuk segera ditangani proses hukum dengan baik. Kepada Pemda TTU dan NTT, untuk ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depan," ujar Pito.




(hsa/hsa)











Hide Ads
LIVE