Sebanyak 50 lebih sekolah mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) Kota Mataram tak kunjung memiliki kepala sekolah (kepsek). Kendala pengisian aplikasi di SIM KSPSTK jadi penyebab utama tertundanya pengisian jabatan kepsek.
"Ada 50-an yang belum terisi (SD-SMP). Sebenarnya mereka sudah siap, (bahkan) sudah ada bakal calon kepsek yang sudah ikut diklat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Yusuf mengungkapkan untuk pengisian kepsek harus melalui aplikasi SIM KSPSTK. Hanya saja, hingga saat ini Disdik Mataram tak kunjung melakukan pengusulan nama-nama kepsek, untuk posisi 50-an sekolah, karena beberapa pertimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistemnya di aplikasi direktur, namanya KSPSTK. Jadi semua kepsek yang diusulkan harus masuk ke sistem itu. (Ada beberapa pertimbangan) kalau sudah dikeluarkan, ndak bisa masuk lagi. Kalau kita keluarkan jadi pengawas, pengawas ini belum ada regulasinya," ujarnya.
"Kalau sekarang kepsek yang akan dijadikan pengawas, nanti kasihan tidak mendapatkan sertifikasi. Jadi kita pikirkan (sekali) kesejahteraan kepsek dan pengawas sekolah. Di satu sisi dia kita isi, di satu sisi mengakibatkan tidak terbayarnya sertifikasi," sambung Yusuf.
Yusuf memprediksi, pengisian 50-an jabatan kepsek di Mataram akan memakan waktu lama. Bahkan dipastikan hingga memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) puluhan sekolah belum memiliki kepsek definitif.
"Belum (kami masukkan semua kandidat di aplikasi). Prosesnya lama," terangnya.
Di sisi lain, meski 50-an sekolah tak memiliki kepsek definitif, Yusuf memastikan aktivitas belajar mengajar dipastikan berjalan normal.
"Mau plt mau ataupun apa (definitif), sama saja. Kan mereka tinggal mengawasi saja, bagaimana monitoring program belajar guru, dan lain-lain," tandasnya.
(mud/mud)

