detikBali

5 Gudang Alfamart di Kupang Terbakar, Stok Barang Ludes

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

5 Gudang Alfamart di Kupang Terbakar, Stok Barang Ludes


Yufengki Bria - detikBali

Petugas Damkar memadamkan api saat kebakaran lima gudang Alfamart di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, Selasa (7/7/2026).
Petugas Damkar memadamkan api saat kebakaran lima gudang Alfamart di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, Selasa (7/7/2026). (Foto: Dok. Polsek Alak)
Kupang -

Sebanyak lima gudang penampungan barang milik Alfamart di kompleks Pergudangan Tenau Indah Blok A, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes terbakar pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 18.40 Wita.

"Betul, ada lima gudang penampungan yang terbakar," ujar Kapolsek Alak AKP I Ketut Setiasa kepada detikBali, Rabu (8/7/2026).

Setiasa menuturkan kebakaran bermula saat seorang satpam gudang, Nikodemus Leu (25), mendengar teriakan sejumlah karyawan dari gudang A18 dan A19 yang mengabarkan terjadi kebakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar teriakan itu, Nikodemus langsung bergegas memadamkan meteran listrik. Pada saat bersamaan, kobaran api sudah membesar di dalam gudang A18 dan A19 sehingga seluruh karyawan berlari keluar untuk menyelamatkan diri.

ADVERTISEMENT

"Tapi saksi tidak dapat memastikan dari mana sumber api dan penyebab kebakarannya," tutur Setiasa.

Setelah kebakaran terjadi, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik TNI AL tiba di lokasi untuk memadamkan api. Tak lama kemudian, petugas Damkar Kota Kupang juga datang untuk melakukan pemadaman.

"Kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun terdapat kerugian materil yang belum dapat dikonfirmasi oleh penanggung jawab gudang," ungkap Setiasa.

Menurut Setiasa, lima gudang yang terbakar itu berisi stok cadangan barang dagangan, seperti produk makanan dan minuman kemasan berbahan plastik serta kardus. Barang-barang tersebut akan didistribusikan ke gerai-gerai Alfamart di Pulau Timor.

"Jadi penyebabnya masih dalam penyelidikan, termasuk jumlah kerugiannya," pungkas Setiasa.




(dpw/dpw)










Hide Ads