Turki harus mengubur mimpi melaju di Piala Dunia 2026. Sudah unggul jumlah pemain sejak akhir babak pertama dan melepaskan 31 tembakan, Turki tetap tak mampu membobol gawang Paraguay yang menang 1-0 dalam laga Grup D.
Duel Turki vs Paraguay berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6) siang WIB. Paraguay mencuri gol cepat lewat Galarza pada menit kedua dan mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Kemenangan Paraguay terasa semakin istimewa karena mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Miguel Almiron mendapat kartu merah menjelang turun minum. Meski berada di bawah tekanan sepanjang babak kedua, Paraguay mampu bertahan dan mengamankan tiga poin penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol Kilat Galarza Kejutkan Turki
Paraguay langsung menghukum Turki pada peluang pertamanya di pertandingan. Baru berjalan dua menit, Galarza menyambar bola pantulan hasil upaya Enciso di depan kotak penalti. Tembakannya meluncur mulus ke gawang Turki.
Turki berusaha merespons. Arda Guler mendapatkan kesempatan pada menit ke-14, tetapi tembakannya masih melambung di atas mistar.
Setelah tertinggal, Turki mengambil alih kendali permainan. Namun, rapatnya pertahanan Paraguay membuat serangan-serangan mereka kerap buntu sebelum memasuki area berbahaya.
Peluang emas datang pada menit ke-36. Sundulan Muldur yang menyambut tendangan bebas gagal berbuah gol setelah bola hanya membentur mistar.
Laga kemudian berjalan panas. Paraguay melakukan sejumlah pelanggaran dan beberapa kali terlibat adu argumen dengan pemain Turki.
Kartu Merah Almiron Tak Goyahkan Paraguay
Petaka menghampiri Paraguay menjelang akhir babak pertama. Almiron diganjar kartu merah setelah wasit meninjau VAR dan menilai sang pemain berbicara kepada Muldur dengan mulut tertutup.
Itu merupakan bagian dari aturan baru FIFA di Piala Dunia 2026 yang ditujukan untuk menindak dugaan ucapan bernuansa rasis saat pemain berbicara dengan mulut tertutup.
Meski kehilangan satu pemain, Paraguay tetap mampu menjaga keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Turki langsung mengepung pertahanan Paraguay. Demiral mengawali tekanan lewat tembakan jarak jauh yang masih bisa ditepis kiper Gill.
Paraguay sempat mengancam untuk menambah gol melalui Enciso. Namun, tembakannya dari sudut sempit belum mengarah ke sasaran.
Turki terus menggempur. Sundulan Gul pada menit ke-61 masih terlalu lemah dan mudah diamankan Gill. Muldur juga gagal memaksimalkan peluang melalui sundulan pada menit ke-77.
Paraguay praktis bertahan total. Tujuh pemain mereka kerap berada di dalam kotak penalti demi meredam gempuran Turki.
Digempur 31 Tembakan, Paraguay Tetap Bertahan
Peluang terbaik Turki lahir pada menit ke-89. Uzun menyambar umpan di depan gawang, tetapi Gill melakukan penyelamatan gemilang. Bola muntah kemudian disambar Gul, namun masih melebar.
Demiral kembali mendapatkan peluang lewat sundulan, tetapi bola melintas tipis di samping gawang. Pada masa injury time, tembakan Calhanoglu juga gagal menemui sasaran.
Hingga peluit panjang berbunyi, Paraguay tetap mampu mempertahankan keunggulan. Turki harus menerima kenyataan tersingkir meski mendominasi permainan dan melepaskan total 31 tembakan.
Sebaliknya, Paraguay menjaga peluang untuk melangkah ke fase gugur berkat kemenangan dramatis tersebut.
(dpw/dpw)












































