Peringatan Tentang Hari Kiamat

Kolom Hikmah

Peringatan Tentang Hari Kiamat

Aunur Rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 03 Jul 2026 08:00 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/BeritaKlik
Jakarta -

Dulu waktu mendengarkan lagu yang berjudul " Berita Kepada Kawan." Oleh Ebiet G Ade, enak saja kita mendengarkan alunan musiknya, marilah kita telaah pesan penulis lagu dan penyanyinya.

Untuk itu kita tulis liriknya: Berita Kepada Kawan.

Perjalanan ini trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lagu "Berita Kepada Kawan" karya Ebiet G. Ade dimaknai dalam Islam sebagai refleksi tauhid, muhasabah (introspeksi diri), dan pengingat akan kekuasaan Allah SWT. Liriknya mengajak umat manusia untuk menyadari betapa dekatnya Sang Pencipta dan mempersiapkan diri menghadapi hari akhir melalui beberapa pesan berikut :

A. Peringatan akan Hari Kiamat. Bencana alam yang digambarkan dalam lirik dianalogikan sebagai ujian atau peringatan kecil dari Allah SWT tentang bagaimana bumi dan seisinya bisa hancur seketika, mengingatkan manusia pada peristiwa Kiamat.

ADVERTISEMENT

Dalam ajaran Islam, bencana alam adalah ujian dan peringatan dari Allah SWT. Musibah berfungsi sebagai "alarm" kecil agar manusia sadar akan kelalaian, menghentikan maksiat, dan mengingat kehancuran semesta di Hari Kiamat (Kiamat Kubra).

Berikut ini adalah pandangan Islam beserta dalil-dalilnya :
1. Bencana sebagai Peringatan dan Introspeksi Diri
Allah SWT memberikan cobaan berupa bencana agar manusia kembali ke jalan yang benar dan bertaubat. Kerusakan di bumi sering kali terjadi akibat perbuatan dan dosa manusia itu sendiri.
Surat Ar-Rum Ayat 41," Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Surat Asy-Syura Ayat 30,"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."

2. Peringatan Kecil Menuju Hari Kiamat
Peristiwa bencana alam seperti gempa bumi dianalogikan sebagai gambaran kecil dari kedahsyatan hari kiamat. Pada saat kiamat tiba, kehancuran bumi bersifat mutlak dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyelamatkan diri.
Surat Al-Zalzalah Ayat 1-2," Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat (pada hari Kiamat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya."
Surat Al-Hajj Ayat 1," Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, goncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar."

B. Introspeksi dan Tobat. Ajakan untuk bertanya pada "rumput yang bergoyang" adalah metafora untuk merenungkan segala dosa, memperbaiki diri, dan bertaubat sebelum ajal menjemput.

Introspeksi (muhasabah) dan tobat adalah dua pilar utama dalam ajaran Islam untuk membersihkan diri dari dosa dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Merenungkan kesalahan dan kembali ke jalan yang benar sebelum ajal menjemput merupakan kewajiban setiap Muslim.

C. Kekuasaan Allah SWT (Tauhid): Peristiwa tersebut menegaskan bahwa tidak ada daya dan upaya manusia dalam menghindari takdir. Musibah dan anugerah adalah kehendak mutlak dari Allah SWT.

Konsep kekuasaan mutlak Allah SWT dalam Islam dikenal dengan istilah Tauhid Rububiyyah. Iman kepada takdir (Qada dan Qadar) adalah rukun iman keenam yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, baik berupa musibah maupun anugerah, mutlak berada dalam pengetahuan, kehendak, dan kekuasaan Allah SWT.

Lagu ini awalnya diciptakan untuk merespons Tragedi Kawah Sinila di Dieng pada tahun 1979.

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca BeritaKlik. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).




(erd/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads