Doa Santunan Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharram Lengkap

Doa Santunan Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharram Lengkap

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 22 Jun 2026 17:45 WIB
Ilustrasi anak yatim
Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov
Jakarta -

Di antara hari yang paling istimewa pada bulan Muharram adalah Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Salah satu amalan yang banyak dilakukan masyarakat muslim di Indonesia saat Hari Asyura adalah menyantuni anak yatim.

Meskipun tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus mewajibkan santunan anak yatim pada tanggal 10 Muharram, berbuat baik kepada anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam kapan pun waktunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman,

ADVERTISEMENT

فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,". Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

Dalam berbagai kegiatan santunan anak yatim, biasanya acara ditutup dengan doa bersama. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar santunan yang diberikan menjadi amal saleh, mendatangkan keberkahan, serta memberikan kebahagiaan dan perlindungan kepada anak-anak yatim.

Doa Santunan Anak Yatim di Hari Asyura

Umat Islam dianjurkan mengusap rambut kepala anak yatim saat memberikan santunan. Sebagaimana hadits yang berasal dari Musnad Ahmad, 7/36 berikut:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Artinya: Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.

Kemudian doa yang dibaca ketika sedang mengusap kepala anak yatim adalah sebagai berikut:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Arab Latin: hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mal nasir

Artinya: "Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami."

Bisa juga dilanjutkan dengan membaca doa yang disebutkan Imam al-Munawi di dalam Faidul Qadir berikut ini:

جَبرَ اللهُ يُتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلْفًا مِنْ أَبِيْكَ

Artinya: "Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu." (al-Munawi, Faidh al-Qadir)

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Dikutip dari buku Jangan Baca Buku Ini Jika Masih Senang Berbuat Dosa: 101 Fakta Dosa yang Pasti Membuatmu Takut Melakukannya karya Ibnu Abdul Hafidh, Islam memberikan perhatian besar terhadap anak yatim. Bahkan, Al-Qur'an berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menjaga dan memperlakukan mereka dengan baik.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ad-Dhuha ayat 9,

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Arab-Latin: Fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Artinya: Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Selain itu, Rasulullah SAW menjanjikan kedudukan yang sangat mulia bagi orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim.

Dari Sahl bin Sa'ad RA, Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini."

Kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya sedikit. (HR Bukhari)




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads