Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina

Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Sabtu, 20 Jun 2026 12:00 WIB
Sekjen Rabithah Alam Islami Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Issa menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj. Mereka berdialog soal harmonisasi beragama di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Liga Muslim Dunia (Muslim World League) mengecam dengan keras serangan yang terus dilakukan oleh kelompok pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang saat ini berada dalam penguasaan Israel.

Dilansir dari laman Liga Muslim Dunia (Muslim World League), dalam pernyataannya pada Jumat (19/6) disebutkan bahwa serangan terbaru terjadi di beberapa lokasi, termasuk Masjid Besar di desa Jiljilya dan Masjid Al-Faruq di utara Ramallah. Aksi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kekerasan yang tidak hanya menyasar para warga, tetapi juga tempat ibadah dan harta benda milik masyarakat Palestina.

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, mengecam tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa menyerang rumah ibadah adalah tindakan yang sangat serius dan melanggar aturan hukum internasional serta nilai kemanusiaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyampaikan bahwa kekerasan yang terus meningkat dapat memperburuk keadaan keamanan di wilayah tersebut dan mengganggu upaya perdamaian yang sedang diusahakan. Kondisi ini juga dikhawatirkan membuat situasi semakin tidak stabil.

Karena itu, pihak Liga Muslim Dunia meminta agar komunitas internasional segera bertindak tegas, baik secara hukum maupun moral, untuk menghentikan serangan dan melindungi warga sipil Palestina serta tempat-tempat ibadah.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan yang sama, Liga Muslim Dunia juga mengapresiasi sikap beberapa negara seperti Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki. Negara-negara tersebut menolak berbagai pelanggaran yang terjadi di wilayah Palestina tersebut dan menunjukkan dukungan kepada rakyat Palestina.

Dilansir dari The Saudi Press Agency (SPA), sebelumnya para Menteri Luar Negeri dari negara-negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama pada Kamis (18/6). Dalam pernyataan tersebut mereka mengutuk kekerasan yang terus terjadi dan semakin meningkat yang dilakukan oleh para pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang berada dalam penguasaan Israel.

Pernyataan itu juga menegaskan kembali dukungan terhadap hak-hak sah rakyat Palestina. Termasuk hak untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat. Hal tersebut didasarkan pada solusi dua negara serta berbagai resolusi internasional yang relevan.




(inf/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads