Idul Adha Lebih Cepat, Tradisi Jamaah Syattariah di Aceh Kembali Jadi Sorotan

Galeri detikHikmah

Idul Adha Lebih Cepat, Tradisi Jamaah Syattariah di Aceh Kembali Jadi Sorotan

Rengga Sancaya - detikHikmah
Selasa, 26 Mei 2026 10:29 WIB

Aceh - Ribuan jamaah Tarekat Syattariah di Nagan Raya, Aceh, melaksanakan Salat Idul Adha 1447 H lebih awal dari jadwal pemerintah.

Foto udara jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan, Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Selasa (26/5/2026). Ribuan jamaah Tarekat Syattariah di daerah itu melaksanakan shalat Idul Adha 1447 H lebih awal dari jadwal yang ditetapkan Pemerintah karena didasarkan pada metode hisab urfi khumasi atau bilangan lima dalam kitab Tajul Muluk yang dianut jamaah tersebut. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan di Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Selasa (26/5/2026), untuk melaksanakan salat Id lebih awal dibandingkan jadwal yang ditetapkan pemerintah. Tradisi unik jamaah Syattariah di Aceh ini kerap menarik perhatian masyarakat luas setiap memasuki momentum hari besar keagamaan, terutama karena metode perhitungan kalender Islam yang berbeda dengan penetapan resmi pemerintah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Foto udara jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan, Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Selasa (26/5/2026). Ribuan jamaah Tarekat Syattariah di daerah itu melaksanakan shalat Idul Adha 1447 H lebih awal dari jadwal yang ditetapkan Pemerintah karena didasarkan pada metode hisab urfi khumasi atau bilangan lima dalam kitab Tajul Muluk yang dianut jamaah tersebut. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Tradisi penetapan hari besar Islam yang dilakukan jamaah Syattariah tersebut telah berlangsung turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga kini. Penentuan Idul Adha dilakukan berdasarkan metode hisab urfi khumasi atau bilangan lima yang tercantum dalam kitab Tajul Muluk, pedoman yang dianut oleh jamaah tarekat tersebut.  ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Foto udara jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan, Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Selasa (26/5/2026). Ribuan jamaah Tarekat Syattariah di daerah itu melaksanakan shalat Idul Adha 1447 H lebih awal dari jadwal yang ditetapkan Pemerintah karena didasarkan pada metode hisab urfi khumasi atau bilangan lima dalam kitab Tajul Muluk yang dianut jamaah tersebut. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Dari foto udara terlihat lautan jamaah memenuhi area masjid hingga ke halaman sekitar. Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan ibadah yang dipimpin para ulama dan tokoh tarekat setempat. Kehadiran ribuan jamaah juga menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan yang masih terjaga di wilayah pantai barat Aceh itu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Idul Adha Lebih Cepat, Tradisi Jamaah Syattariah di Aceh Kembali Jadi Sorotan
Idul Adha Lebih Cepat, Tradisi Jamaah Syattariah di Aceh Kembali Jadi Sorotan
Idul Adha Lebih Cepat, Tradisi Jamaah Syattariah di Aceh Kembali Jadi Sorotan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads