Jemaah Haji Diimbau Jaga Paspor, Jangan Hilang Sampai Pulang ke Tanah Air

Kabar Haji Bersama Kahf

Jemaah Haji Diimbau Jaga Paspor, Jangan Hilang Sampai Pulang ke Tanah Air

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 07 Jun 2026 16:00 WIB
Jubir Kemenhaj RI, Maria Assegaff dalam konpers haji 1447 H/2026 M, Sabtu (25/4/2026).
Jubir Kemenhaj RI, Maria Assegaff (Foto: YouTube Kemenhaj RI)
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah memberikan peringatan keras kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini sedang berada di Tanah Suci. Jemaah diimbau untuk menjaga dokumen perjalanan mereka dengan ekstra ketat, terutama paspor, agar tidak hilang hingga jadwal kepulangan ke Tanah Air tiba.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj pada Minggu (7/6/2026).

"Bapak-Ibu sekalian, kami ingin mengingatkan seluruh jemaah agar memberikan perhatian khusus kepada dokumen perjalanan, terutama halnya adalah paspor," ujar Maria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Maria, paspor merupakan dokumen yang sangat krusial. Keberadaannya menjadi syarat mutlak dalam setiap proses mobilisasi jemaah selama di Arab Saudi, termasuk saat proses kepulangan kelak.

ADVERTISEMENT

"Karena paspor ini jadi bagian yang sangat penting tentunya dalam seluruh rangkaian proses perpindahan antar-kota maupun kepulangan ke Tanah Air," jelasnya.

Jika ada jemaah yang terlanjur kehilangan paspor, Maria meminta agar mereka tidak panik. Jemaah diharapkan segera berkoordinasi dengan otoritas terkait di lapangan agar bisa langsung ditangani tanpa mengganggu ibadah.

"Apabila terjadi kehilangan paspor, langsung segera laporkan kepada Ketua Kloter maupun Petugas Haji agar dapat segera ditangani dan sesuai prosedur yang berlaku tentunya, sehingga tidak menghambat aktivitas jemaah," imbuh Maria.

Selain urusan paspor, Maria juga menyoroti masalah barang bawaan jemaah. Ia meminta jemaah haji untuk disiplin dan mematuhi aturan muatan koper yang sudah ditimbang oleh petugas. Jemaah dilarang keras menyisipkan barang tambahan setelah proses penimbangan selesai.

"Jangan menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada Petugas karena tentu dapat mengganggu proses pemeriksaan dan distribusi bagasi," tegasnya.

Satu hal yang menjadi catatan penting dan kerap menjadi temuan adalah masalah air zamzam. Maria menegaskan bahwa cairan tersebut dilarang keras masuk ke dalam bagasi pesawat dengan alasan keamanan penerbangan.

"Dan satu lagi yang perlu kami tegaskan bahwa air zamzam tidak diperkenankan dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apapun," kata Maria.

Kebijakan ketat ini diambil demi keselamatan bersama serta untuk mencegah terjadinya keterlambatan *delivery* bagasi jemaah saat tiba di Indonesia. Jemaah pun diminta tenang karena jatah air zamzam sudah dijamin oleh pemerintah.

"Jemaah tidak perlu khawatir karena setiap jemaah Haji Indonesia akan menerima air zamzam resmi sebanyak 1 galon berisi 5 liter yang akan dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di tanah air," tuturnya.

Mengingat suhu udara di Makkah dan Madinah yang masih menyengat, faktor kesehatan harus menjadi prioritas utama. Ia menyarankan jemaah untuk rutin minum air putih tanpa menunggu haus, makan tepat waktu, serta tidak lupa mengenakan pelindung diri saat keluar hotel.

"Bagi jemaah yang saat ini mungkin masih berada di Makkah maupun Madinah, kami mengimbau agar terus menjaga kondisi kesehatan karena cuaca masih cukup panas saat ini," ucapnya.

"Jemaah harus perlu juga memperbanyak konsumsi air putih, kemudian beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan secara teratur dan menggunakan pelindung kepala atau payung jangan lupa pada saat beraktivitas di luar ruangan," tukas Maria.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads