Menhaj Sambut 375 Jemaah Haji SUB-56, Sistem Biometrik Mulai Digunakan

Menhaj Sambut 375 Jemaah Haji SUB-56, Sistem Biometrik Mulai Digunakan

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Rabu, 17 Jun 2026 11:45 WIB
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf. Foto: Dok. Kemenhaj
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, hadir untuk menyambut langsung kedatangan 375 jemaah haji yang tergabung dalam kloter SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur.

Kepulangan para jemaah haji ini menjadi awal mula penerapan sistem pemeriksaan keimigrasian baru yang tidak lagi mengharuskan para jemaah mengantre panjang.

Rombongan jemaah tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, dan Lumajang. Kloter SUB-56 menjadi yang pertama di Debarkasi Surabaya yang merasakan layanan pemeriksaan keimigrasian dengan teknologi biometrik ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Menhaj menyampaikan penghargaan atas kedisiplinan jemaah yang tetap terjaga sejak berangkat hingga kembali ke Indonesia dengan jumlah yang lengkap.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji dari berbagai instansi atas kerja sama dan upaya yang telah diberikan selama rangkaian haji.

ADVERTISEMENT

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh. Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah dalam memberikan layanan terbaik bagi para jemaah," ujar Menhaj di Asrama Haji Surabaya, Selasa (16/6/2026), dilansir dari laman resmi Kemenhaj.

Ia menerangkan bahwa proses pemulangan jemaah haji tahun ini memanfaatkan sistem Immigration Seamless Process Corridor Gate yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Dengan sistem ini, proses pemeriksaan menjadi lebih ringkas karena tidak lagi menggunakan pola antrean seperti sebelumnya.

Teknologi tersebut bekerja melalui pemindaian iris mata untuk mencocokkan data jemaah dengan data penerbangan. Saat melewati koridor, jemaah hanya perlu membawa paspor, sementara data biometrik langsung terbaca dan tercatat dalam sistem tanpa perlu cap paspor manual.

Di akhir sambutannya, Menhaj berharap ibadah haji yang telah dijalani dapat memberikan perubahan yang baik bagi para jemaah.

"Kementerian berharap para jemaah haji pulang menjadi Haji yang Mabrur dan Mabrurah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas ibadah, menguatnya jiwa sosial, serta hadirnya perilaku yang jauh lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Transformasi positif inilah yang menjadi esensi dari visi misi Tri Sukses Kementerian Haji dan Umrah," tutup Menhaj.




(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads