Bukan 26 Tahun, Presiden Minta Antrean Haji Dipangkas Lagi

Bukan 26 Tahun, Presiden Minta Antrean Haji Dipangkas Lagi

Eva Safitri - detikHikmah
Kamis, 18 Jun 2026 15:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto (atas) menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia yang bermakna penegasan nilai Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa dan sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nym.
Presiden Prabowo Subianto (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta -

Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengapresiasi berbagai terobosan dalam penyelenggaraan ibadah haji di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penurunan biaya haji hingga pemangkasan masa tunggu antrean jemaah yang kini menjadi 26 tahun.

Kendati demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa angka tersebut belum cukup. Kepala Negara meminta agar masa tunggu antrean haji bisa dipangkas lebih pendek lagi.

"Bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji dan Pak Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026), dikutip detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi, seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," lanjutnya.

Cucun menjelaskan, perbaikan signifikan ini berhasil diwujudkan berkat komitmen kuat di era kepemimpinan Presiden Prabowo. Selain memangkas antrean, pemerintah juga sukses menurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) hingga sekitar Rp 6 juta dalam dua tahun terakhir. Penurunan ini dinilai sangat meringankan beban lebih dari 200 ribu calon jemaah haji reguler.

ADVERTISEMENT

Selain urusan biaya dan antrean, Wakil Ketua DPR RI ini juga melaporkan peningkatan kualitas fasilitas yang diterima jemaah selama berada di Tanah Suci. Pada musim haji kali ini, hampir 17 ribu jemaah haji reguler mendapatkan fasilitas menginap di hotel bintang lima yang berlokasi di Zona 1 Madinah, alias sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

"Kami mendengarkan testimoni dari para jemaah, 'Pak, kami nggak ngebayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini, bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang 5 yang tidak jauh dari masjid'," ungkap Cucun.

Sektor konsumsi juga tidak luput dari pembenahan. Cucun menyebut Kementerian Haji berhasil melakukan negosiasi dengan pihak syarikah (penyedia layanan) di Arab Saudi untuk menyajikan menu makanan yang lebih bersahabat dengan lidah jemaah tanah air.

Baca selengkapnya di sini.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads