Sempat Diremehkan, Gus Irfan Buktikan Haji 2026 Jadi Salah Satu yang Terbaik

Sempat Diremehkan, Gus Irfan Buktikan Haji 2026 Jadi Salah Satu yang Terbaik

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 04 Jul 2026 14:00 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/6/2026).
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (Foto: Dok. Kemenhaj)
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bernostalgia sekaligus meluapkan rasa bangganya atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Ia blak-blakan menceritakan bagaimana kementerian baru yang dipimpinnya sempat diremehkan oleh banyak pihak sebelum membuktikan diri lewat kesuksesan besar tahun ini.

Momen emosional tersebut disampaikan Irfan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Lapangan Makodau I, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).

"Saya kembali teringat ke tanggal 31 Januari, tepat 7 bulan yang lalu. Saat itu di tempat yang sama ini, di podium yang sama ini, kita berdiri melakukan penutupan pelatihan PPIH dengan penuh tanda tanya di benak banyak orang," ujar Irfan mengawali ceritanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irfan mengakui bahwa masa-masa awal pembentukan Kementerian Haji dan Umrah dipenuhi dengan keraguan publik. Pasalnya, kementerian ini dibentuk saat regulasi belum matang dan garis waktu yang ditetapkan Arab Saudi sudah berjalan mendahului persiapan di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

"Saya ingat betul 7-8 bulan lalu banyak yang underestimate dengan Kementerian Haji. Banyak yang meragukan apakah kementerian yang baru dibentuk ini sanggup memikul beban yang besar," ungkapnya.

"Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi VIII tadi, timeline haji sudah berjalan mulai Juni sementara undang-undangnya belum selesai. Kementerian Haji dibentuk Agustus, Menteri Haji dan Wakilnya dilantik September. Artinya kita sudah tertinggal beberapa bulan dari pelaksanaan timeline haji," lanjut Irfan.

Saking mepetnya persiapan, Irfan menyebut banyak pihak yang pesimistis dan menilai Indonesia bisa memberangkatkan jemaah saja sudah menjadi sebuah keajaiban. "Banyak yang menganggap bahwa kita bisa melaksanakan, sekedar melaksanakan haji saja sudah bisa, sudah bersyukur," tambahnya.

Namun, semua keraguan tersebut runtuh total begitu operasional haji selesai. Tepat pada 1 Juli lalu, seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah berhasil membuktikan bahwa kerja keras mereka membuahkan hasil yang di luar ekspektasi banyak orang.

Irfan menegaskan capaian tahun ini bukan sekadar sukses biasa, melainkan sebuah tinta emas dalam sejarah pengelolaan haji di Indonesia.

"Namun pembuktian itu datang pada tanggal 1 Juli lalu. Kita telah menuliskan nama kita dalam sejarah perhajian Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sukses menyelenggarakan haji tahun 2026," tegas Irfan disambut tepuk tangan riuh.

Bahkan, ia menyebut kepuasan dari masyarakat dan berbagai pihak menjadi bukti sahih bahwa manajemen kementerian baru ini justru mencetak rekor pelayanan yang luar biasa.

"Bahkan keberhasilan ini disebut oleh masyarakat dan berbagai pihak sebagai satu pelaksanaan haji terbaik yang pernah ada," tandasnya.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads