Kelompok pertama tamu umrah dalam Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan dijadwalkan tiba di Madinah pada hari Rabu, 8 Juli 2026.
Dilansir dari Arab News, Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menyatakan seluruh persiapan penerimaan jamaah telah diselesaikan. Kelompok perdana tahun ini terdiri atas 250 tamu pria dan wanita dari 16 negara di Asia yang akan memulai rangkaian kunjungan di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program tersebut merupakan bagian dari keputusan Raja Salman bin Abdulaziz yang mengundang 1.000 jemaah umrah dengan pendanaan pribadi beliau. Para tamu akan datang dalam empat kelompok sepanjang tahun.
Kelompok pertama tahun ini mencakup peserta dari 16 negara di Asia yakni Indonesia, Timor-Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan dan Mongolia.
Program Khusus Selama di Madinah
Selama berada di Madinah, para tamu akan mengikuti sejumlah kegiatan yang telah disiapkan oleh Kementerian Urusan Islam.
Program tersebut meliputi:
- Kunjungan ke situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW
- Tur ke museum-museum yang menampilkan sejarah dan peradaban Islam
- Kegiatan pembinaan dan pengenalan warisan Islam di Madinah
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Madinah, para tamu akan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Bentuk Pelayanan kepada Jemaah
Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci menjadi salah satu inisiatif pemerintah Arab Saudi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.
Melalui program ini, para tamu tidak hanya memperoleh kesempatan menunaikan ibadah umrah, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal lebih dekat sejarah Nabi Muhammad SAW, warisan Islam, serta perkembangan peradaban Islam di Madinah dan Makkah.
Dengan tibanya kelompok pertama pada Rabu besok, rangkaian pelaksanaan Program Tamu Umrah Raja Salman tahun ini resmi dimulai dan akan berlanjut dengan kedatangan kelompok-kelompok berikutnya sepanjang tahun 1448 H.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat