Penyeberangan perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir akan dibuka kembali pada pekan depan. Pembukaan ini dilakukan setelah sebagian besar akses perbatasan ditutup selama perang antara Israel dan Hamas.
Mengutip Arab News, Jumat (23/1/2026), pengumuman tersebut disampaikan pemimpin teknokrat Palestina yang didukung Amerika Serikat untuk mengelola Gaza, Ali Shaath. Shaath menyampaikan pernyataan itu melalui sambungan video dalam sebuah acara di Davos yang diselenggarakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pemimpin dunia dan menjadi momentum peluncuran resmi "Dewan Perdamaian", sebuah forum yang pada tahap awal difokuskan untuk mengokohkan gencatan senjata di Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu elemen penting yang belum terealisasi dari kesepakatan gencatan senjata, yang dimediasi Donald Trump pada Oktober lalu, adalah pembukaan kembali pintu gerbang utama Gaza ke dunia luar. Penyeberangan Rafah dinilai krusial untuk memungkinkan keluar masuknya warga Palestina.
"Saya senang untuk mengumumkan bahwa penyeberangan Rafah akan dibuka minggu depan di kedua arah. Bagi warga Palestina di Gaza, Rafah lebih dari sekadar gerbang. Ini adalah garis hidup dan simbol kesempatan," kata Shaath.
Shaath menambahkan, dibukanya kembali Rafah menjadi penanda penting bagi masa depan Gaza setelah konflik berkepanjangan.
"Membuka Rafah menandakan bahwa Gaza tidak lagi tertutup untuk masa depan dan untuk perang," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pihak Israel terkait pengumuman tersebut. Israel diketahui telah mengendalikan penyeberangan Rafah sejak 2024.
Dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku saat ini, Israel menguasai lebih dari setengah wilayah Gaza, termasuk area yang berbatasan langsung dengan penyeberangan perbatasan. Sementara itu, Hamas menguasai sisa wilayah kantong Gaza.
Pembukaan kembali penyeberangan Rafah diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan kehidupan warga Gaza sekaligus memperkuat implementasi gencatan senjata yang telah disepakati.
(hnh/inf)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM