Surah Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Puasa bagi Orang Beriman

Surah Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Puasa bagi Orang Beriman

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 05 Feb 2026 14:45 WIB
Surah Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Puasa bagi Orang Beriman
Ilustrasi membaca surah Al Baqarah (Foto: Getty Images/Raka Bayuwana)
Jakarta -

Surah Al Baqarah ayat 183 menjelaskan terkait kewajiban puasa. Sebagaimana diketahui, perintah puasa diwajibkan bagi umat Islam yang sudah baligh.

Menurut buku Fiqhul Islam: Belajar Fikih Mazhab Syafi'i untuk Pemula oleh Imam Syafi'i terjemahan Faris Husnan dkk, secara bahasa puasa berasal dari kata as shaum yang artinya menahan diri dari suatu perbuatan. Secara istilah puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan disertai niat serta memenuhi syarat-syarat tertentu.

Puasa tidak hanya berbicara soal menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga pengendalian hawa nafsu, menjaga perbuatan dan perkataan dari hal yang sia-sia, serta menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Surah Al Baqarah Ayat 183

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

ADVERTISEMENT

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 183

Surah Al Baqarah ayat 183 menjelaskan tentang perintah berpuasa. Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag), pada permulaan ayat ini Allah SWT menunjukkan perintah wajib puasa kepada orang yang beriman.

Orang yang beriman tentu akan patuh melaksanakan perintah puasa dengan sepenuh hati. Sebab, dia merasa kebutuhan jasmani dan rohani adalah dua unsur pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan berbagai macam latihan, agar bisa dimanfaatkan untuk ketentraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat.

Melalui surah Al Baqarah ayat 183, Allah SWT mewajibkan puasa kepada semua manusia yang beriman. Perintah ini diwajibkan sebagaimana kepada umat-umat sebelum mereka agar menjadi orang yang bertakwa.

Artinya, puasa dinilai penting bagi kehidupan orang yang beriman. Jika ditilik ulang, dari banyaknya agama dan kepercayaan di era sekarang bisa dikatakan puasa jadi salah satu ajaran yang umum untuk menahan hawa nafsu dan lain sebagainya.

Perintah puasa diturunkan ketika Syaban tahun kedua Hijriah saat Rasulullah SAW mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru. Maka dapat dikatakan puasa sangat penting dalam membentuk manusia yang bisa menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar serta suci.

Senada dengan itu, Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menafsirkan hal serupa pada surah Al Baqarah ayat 183. Abdullah bin Mas'ud pernah mengatakan bahwa jika suatu ayat telah dimulai dengan panggilan kepada orang yang percaya maka di dalamnya terkandung hal yang penting atau larangan yang berat.

Sebab, Allah SWT telah memperhitungkan terlebih dahulu bahwa yang bersedia memberikan bahu untuk memikul perintah Ilahi hanya orang yang beriman. Puasa bukan aturan yang baru dibuat ketika Nabi SAW diutus, melainkan sudah diperintahkan kepada umat-umat terdahulu.

"Meskipun kitab Taurat tidak menerangkan peraturan puasa sampai kepada yang berkecil-kecil, tetapi di dalamnya ada pujian dan anjuran kepada orang supaya berpuasa." tulis Buya Hamka dalam tafsirnya.

Bahkan, Nabi Musa AS pernah berpuasa selama 40 hari. Sampai kepada zaman orang Yahudi masih tetap melakukan puasa di hari-hari tertentu.

Wallahu a'lam.




(aeb/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads