Dapur Saudi Sediakan 24.000 Makanan Tiap Hari untuk Warga Palestina di Gaza

Langkah Emas Raih Kemenangan

Dapur Saudi Sediakan 24.000 Makanan Tiap Hari untuk Warga Palestina di Gaza

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 28 Feb 2026 13:00 WIB
Momen Haru Anak Yatim Gaza Buka Puasa Bareng di Tenda Darurat
Foto: Reuters
Jakarta -

Upaya kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza terus dilakukan berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Melalui lembaga bantuan resminya, KSrelief, Kerajaan Arab Saudi mendirikan dapur pusat yang setiap hari menyediakan puluhan ribu makanan hangat bagi masyarakat terdampak krisis.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Arab Saudi dalam membantu rakyat Palestina yang menghadapi situasi kemanusiaan.

Menyediakan 24.000 Makanan Panas Setiap Hari

Dilansir dari Arab News, Jumat (27/2/2026) sejak awal Ramadan pekan lalu, Dapur Saudi mulai beroperasi secara intensif dengan menyiapkan 24.000 porsi makanan hangat per hari. Makanan tersebut didistribusikan kepada warga Palestina di wilayah Gaza tengah, khususnya di kota Deir Al-Balah dan Al-Qarara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inisiatif ini merupakan bagian dari Kampanye Rakyat Saudi untuk Bantuan bagi Rakyat Palestina di Jalur Gaza. Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi sebagai mitra pelaksana.

Program dapur umum ini dirancang untuk memastikan masyarakat, terutama keluarga pengungsi, tetap mendapatkan makanan layak di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), hingga akhir periode pelaksanaan program, dapur tersebut ditargetkan akan memproduksi dan mendistribusikan 3.600.000 porsi makanan bagi warga Palestina di Gaza tengah.

Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan, inisiatif ini juga memberikan dampak ekonomi lokal. Sebanyak 40 pekerja lokal direkrut untuk mendukung operasional dapur, sehingga program ini tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Dapur ini disebut-sebut sebagai salah satu dapur pusat terbesar yang pernah didirikan untuk melayani kelompok pengungsi dalam satu wilayah.

Pengawas umum KSrelief, Abdullah Al-Rabeeah, menyampaikan bahwa situasi di Jalur Gaza merupakan salah satu krisis kemanusiaan terbesar dalam sejarah umat manusia.

Ia menjelaskan bahwa warga Palestina menghadapi kondisi pengungsian massal dan kebutuhan mendesak yang sangat kompleks. Sekitar 90 persen penduduk Gaza disebut berada di bawah garis kemiskinan. Mereka mengalami keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, obat-obatan dan kebutuhan anak serta bayi.

Kondisi tersebut mendorong perlunya bantuan kemanusiaan dalam skala besar dan berkelanjutan.

Arab Saudi menjadi salah satu negara pertama yang bergerak cepat mengirimkan bantuan ke Gaza. Bantuan tersebut disalurkan melalui jembatan udara, konvoi laut, dan jalur darat.

Lebih dari 80 pesawat bantuan telah diterbangkan, disertai puluhan kapal pengangkut logistik. Bantuan dikirim melalui jalur penyeberangan Yordania dan Mesir sebagai pintu masuk menuju Gaza.

Dr. Al-Rabeeah juga menjelaskan bahwa sejak Oktober 2023, KSrelief memanfaatkan jalur udara untuk memastikan bantuan tetap dapat masuk ke Gaza ketika akses lain tidak memungkinkan.

Dapur umum Saudi ini ditargetkan melayani lebih dari 36.000 keluarga di Gaza tengah. Dengan kapasitas produksi 24.000 makanan per hari, program ini menjadi tulang punggung distribusi pangan bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads