Bayar Fidyah Puasa 1 Hari Berapa? Berikut Besaran dan Tata Cara Membayarnya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Bayar Fidyah Puasa 1 Hari Berapa? Berikut Besaran dan Tata Cara Membayarnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 17 Mar 2026 14:02 WIB
Coins, rosary, Holy Quran and rice in the sack. Zakat concept. Zakat is a form of alm-giving as a religious obligation or tax. Large Arab word right method to read correctly.
Ilustrasi fidyah. Foto: Getty Images/iStockphoto/hilal abdullah
Jakarta -

Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memenuhi syarat. Bagi mereka yang memiliki uzur syar'i sehingga tidak mampu menjalankan ibadah puasa, Allah SWT memberikan keringanan berupa kewajiban membayar fidyah.

Dalam praktiknya, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya, berapa besaran fidyah yang harus dikeluarkan untuk satu hari puasa yang ditinggalkan?

Selain besaran, memahami tata cara dan niat yang benar juga menjadi kunci agar ibadah ini sah secara syariat. Untuk itu, berikut ulasan lengkap mengenai besaran fidyah puasa 2026, lengkap dengan dalil, nilai nominal uang, hingga tata cara pembayarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian dan Dalil Fidyah

Dijelaskan dalam Kitab Fikih Sehari-Hari oleh Shohibul Ulum, dalam bahasa Arab kata "fidyah" adalah bentuk masdar dari kata dasar "fadaa" yang berarti mengganti atau menebus.

Sedangkan secara istilah, fidyah adalah sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang telah ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

Misalnya fidyah yang diberikan akibat meninggalkan puasa Ramadan oleh orang lanjut usia yang tidak mampu melaksanakannya, atau oleh keluarga yang belum sempat mengqadha puasa yang ditinggalkan. Dengan membayar fidyah, maka gugurlah kewajiban yang telah ditinggalkan.

Dalil pelaksanaan fidyah terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Ayyāmam ma'dūdāt(in), faman kāna minkum marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar(a), wa 'alal-lażīna yuṭīqūnahū fidyatun ṭa'āmu miskīn(in), faman taṭawwa'a khairan fahuwa khairul lah(ū), wa an taṣūmū khairul lakum in kuntum ta'lamūn(a).

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Besaran Fidyah Puasa 2026

Dinukil dari buku 125 Masalah Puasa oleh Muhammad Anis Sumaji, menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i, besaran fidyah yang wajib diberikan seseorang adalah satu mud setiap harinya, atau sekitar 5/6 liter.

Sedangkan menurut Imam Hanafi, besaran fidyah yang wajib diberikan seseorang adalah satu sha', atau sekitar 3,125 kg makanan pokok. Selain dalam bentuk bahan makanan pokok, fidyah puasa juga dapat dibayar dalam bentuk uang, nominal yang diberikan setara dengan besaran makan pokok.

Merujuk pada SK Ketua BAZNAS No. 14 Tahun 2026 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah BAZNAS Tahun 1447 H/2026 M, ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang adalah sebesar Rp65.000,- per jiwa atau per hari puasa yang ditinggalkan.

Pembayaran fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan. Artinya, setiap satu hari meninggalkan puasa, maka wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.

Teknis pelaksanaannya, dapat dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing, baik dilakukan per hari atau sekaligus selama satu bulan, yang terpenting jumlah takaran yang sudah sesuai dengan ketentuan.

Bacaan Niat Membayar Fidyah Puasa

Merujuk pada laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berikut bacaan niat membayar fidyah puasa:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ فِدْيَةَ الصَّوْمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija fidyata as-shawmi lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat untuk mengeluarkan fidyah puasa karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Membayar Fidyah Puasa

Masih mengutip dari laman resmi BAZNAS, berikut tata cara membayar fidyah puasa:

  • Menentukan jumlah hari puasa yang harus dibayar
  • Menentukan bentuk fidyah, apakah dibayar dalam bentuk makanan pokok atau uang
  • Menghitung jumlah fidyah yang harus dibayarkan
  • Memberikan fidyah kepada orang yang berhak menerimanya
  • Menentukan akan dibayar saat Ramadan atau setelah Ramadan.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads