Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang

Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 27 Mar 2026 07:15 WIB
Thessaloniki
Thessaloniki. Foto: Visit Greece
Jakarta -

Thessaloniki merupakan sebuah kota megah yang berada di tanah Yunani. Namun, di balik deretan arsitektur Bizantiumnya, kota ini menyimpan sejarah tentang sebuah peradaban Muslim yang pernah ada selama ratusan tahun, yang kini telah hilang.

Lantas, seperti apa kisah Thessaloniki, kota Muslim di Yunani yang telah hilang? Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah singkat kota Muslim Thessaloniki, mulai dari bangunan bersejarah masjid Hamzah Bey, hingga pemulihan sejarah yang telah hilang.

Sejarah Singkat Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani

Dilansir dari laman Future for Religious Heritage, Thessaloniki, Yunani, terkenal karena warisan Bizantiumnya yang kaya. Seperti kebanyakan kota Yunani, identitasnya disajikan sebagai identitas Yunani dan Ortodoks semata. Namun, yang kurang dikenal adalah warisan dua agama lain yang kaya, yaitu Yudaisme dan Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Islam di kota ini bermula pada tahun 1430, ketika kota Bizantium jatuh ke tangan kekaisaran Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Murad II. Ottoman meninggalkan jejak mereka di kota ini, dimulai dengan mengubah gereja-gereja terpenting menjadi masjid.

Selain tempat-tempat suci yang telah diubah, masjid-masjid lain juga dibangun pada dekade berikutnya. Kota ini menghabiskan 482 tahun sebagai kota besar Kekaisaran Ottoman atau Salonika dan banyak lagi masjid yang dibangun sepanjang abad-abad tersebut . Akhirnya, pada tahun 1912, selama Perang Balkan, kota ini direbut oleh tentara Yunani.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 1917, kebakaran besar menghancurkan sebagian besar inti sejarah beserta banyak monumen. Kemudian, pada tahun 1923, Yunani dan Turki menandatangani perjanjian Lausanne, yang menetapkan pertukaran wajib penduduk Muslim dan Kristen antara kedua negara.

Perjanjian tersebut membuat semua Muslim di Thessaloniki harus pindah ke Turki. Secara tiba-tiba dan penuh kekerasan, komunitas Muslim yang telah ada selama berabad-abad menghilang dari kota tersebut. Pada saat yang sama, ribuan pengungsi Kristen tiba, mereka membentuk pilar dasar evolusi kota dan identitas budayanya di masa depan.

Dikutip dari laman Middle East Eye (MEE), hanya sebagian umat Islam yang masih memiliki kewarganegaraan asing yang diizinkan untuk tetap tinggal di kota Thessaloniki.

Tanda-tanda pengaruh Ottoman dihapus dari ruang publik, masjid-masjid ditutup dan kemudian dialihfungsikan untuk berbagai keperluan, menara-menara di seluruh kota dihancurkan, pemakaman Muslim dirusak, dan banyak bangunan era Ottoman didesain ulang agar tampak lebih bergaya Yunani.

Prasasti dalam bahasa Ottoman dihapus dari monumen-monumen seperti Menara Putih yang ikonik dan Air Mancur Hamidiye. Kenangan akan komunitas Muslim di kota tersebut pun terlupakan.

Hamzah Bey: Dari Masjid hingga Bioskop

Bangunan-bangunan Ottoman yang masih bertahan sebagian besar terbengkalai, dengan empat masjid yang tersisa di kota itu berada dalam kondisi pelestarian yang beragam.

Salah satu masjid terbesar dan paling penting adalah Masjid Hamza Bey, yang memiliki sejarah menarik yang membentang lebih dari 500 tahun. Masjid ini, yang awalnya dibangun pada pertengahan abad ke-15, terletak di persimpangan yang ramai di jantung distrik komersial Thessaloniki.

Selama berabad-abad, tempat ini berfungsi sebagai salah satu rumah ibadah Muslim utama di daerah tersebut, dikelilingi oleh bangunan Ottoman lainnya seperti pasar tertutup dan berbagai hammam, atau tempat pemandian umum.

Seperti banyak bangunan lain yang terkait dengan Kekaisaran Ottoman, bangunan ini ditinggalkan selama pertukaran penduduk pada tahun 1923 dan akhirnya diubah menjadi bioskop, yang dikenal secara lokal sebagai Alkazar.

Setelah pertukaran tersebut, bioskop itu menjadi sangat populer di kalangan pengungsi Yunani berbahasa Turki yang tiba dari Anatolia dalam gelombang migrasi yang sama yang menggusur komunitas Muslim Thessaloniki.

Masjid yang disulap menjadi bioskop ini menjadi tempat yang ideal untuk pemutaran film berbahasa Turki, dan populer di kalangan warga Yunani Anatolia yang bernostalgia.

Bioskop tersebut akhirnya ditutup pada tahun 1990-an, dan akses ke masjid tersebut dibatasi sejak saat itu.

Pemulihan Sejarah yang Telah Hilang

Pada Mei 2023, Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Yunani mengumumkan bahwa Masjid Hamza Bey akan dipugar sepenuhnya dan dibuka kembali sebagai museum pada tahun 2025, setelah proyek investasi bernilai jutaan euro.

Museum ini akan menyimpan berbagai artefak yang ditemukan selama pembangunan sistem kereta bawah tanah. Pemugaran Masjid Hamza Bey merupakan tonggak penting dalam kebijakan lokal terhadap warisan Muslim dan Ottoman di Thessaloniki.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads