Surah Al-Fatihah sering dibaca dalam tahlilan untuk orang yang meninggal dunia. Mendoakan orang yang meninggal jadi salah satu amalan dalam Islam.
Menurut buku Merayakan Kilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah tulisan Zikri Darussalam & Rahman, jumhur ulama berpendapat mendoakan orang yang meninggal dan memberi pahala sedekah kepada mereka jadi sesuatu yang diperbolehkan.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث: ولد صالح يدعو له، أو صدقة جارية من بعده، أو علم ينتفع به
Artinya: "Tatkala manusia meninggal maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga macam, yaitu anak saleh yang berdoa untuknya, atau sedekah jariyah setelahnya, atau ilmu yang bermanfaat karenanya." (HR Muslim)
Kemudian, melalui hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda terkait pembacaan surah Al-Fatihah untuk orang yang meninggal dunia.
"Barang siapa memasuki kompleks pemakaman kemudian ia membaca surah Al-Fatihah, lalu surah Al-Ikhlas, lalu surah At-Takatsur, kemudian ia mengatakan bahwa saya memberikan pahala bacaan tersebut kepada para ahli kubur dari kalangan orang mukmin laki-laki dan perempuan, maka mereka semua para ahli kubur akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT."
Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Orang yang Meninggal
Masih dari sumber yang sama, berikut cara mengirim doa untuk orang yang meninggal dan biasa digunakan saat tahlilan. Surah Al Fatihah jadi salah satu yang dibaca dalam tahlilan.
- Membuka dengan membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca surah Yasin.
- Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Membaca beberapa ayat dari surah Al-Baqarah, yaitu ayat 1-5, 163, 255 (Ayat Kursi), dan 284.
- Mengucapkan istighfar.
- Melafalkan dzikir seperti tahlil (lā ilāha illallāh), takbir, tahmid, dan tasbih.
- Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Membaca Asmaul Husna (99 Nama Allah).
- Ditutup dengan doa untuk arwah yang dituju.
Niat Mengirim Surah Al Fatihah
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ
Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah....
Artinya: "Kepada yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah..."
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ
Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya'i wal-mursalîn wal-auliya'i wasy-syuhadâ'i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi'în wal-'ulamâ'il-'âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî'il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh 'abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam'iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah
Artinya: "Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah..."
Doa untuk Almarhum
Dilansir dari buku Fiqih Doa & Dzikri Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr, berikut bacaan doa untuk almarhum yang bisa dipanjatkan untuk memohon agar dosa mereka diampuni.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقْهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرٌ مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allāhummaghfir lahu, warhamhu, wa 'āfihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-mā'i wath-thalji wal-barad, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaytat-thawbal-abyaḍa minad-danas, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zawjan khairan min zawjihi, wa adkhilhul-jannah, wa a'idhhu min 'adhābil-qabr, wa min 'adhābin-nār.
Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan kepadanya dan rahmatilah dia, berilah dia afiat dan maafkanlah, muliakan jamuannya, luaskan tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun, dan sucikanlah dia dari kesalahan-kesalahan, sebagaimana engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran, dan gantikanlah untuknya tempat yang lebih baik daripada tempatnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, pasangan yang lebih baik daripada pasangannya, dan masukkanlah dia ke surga, dan lindungilah dia dari azab kubur, dan dari azab neraka."
(aeb/inf)

Komentar Terbanyak
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT