Arti Halal Bi Halal dalam Islam Lengkap dengan Tujuan dan Sejarahnya

Arti Halal Bi Halal dalam Islam Lengkap dengan Tujuan dan Sejarahnya

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 30 Mar 2026 13:15 WIB
Cumilla, Bangladesh - April 22, 2023: Moment of Muslims performing the communal Eid prayer in Cumilla, Bangladesh. Lots of people attend in religious programme. Shahi Eidgah to pray for welfare, happiness, peace, and prosperity.
Foto: Getty Images/Md Kamruzzaman Masud
Jakarta -

Arti Halal Bi Halal dalam Islam sering dicari saat momen Lebaran tiba. Tradisi ini identik dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi setelah Idulfitri. Menariknya, halal bi halal merupakan tradisi khas Indonesia dan tidak dikenal di negara Muslim lainnya.

Halal bi halal bukan sekadar acara kumpul keluarga atau reuni setelah Lebaran. Tradisi ini memiliki makna mendalam, terutama bagi Muslim. Berikut penjelasan tentang arti halal bi halal dalam Islam, tujuan, dan sejarahnya.

Arti Halal Bi Halal dalam Islam

Prof. Muhammad Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat menjelaskan bahwa arti halal bi halal dalam Islam dapat dipahami dari tiga sudut pandang, yaitu:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Menurut Hukum Fikih

Dalam hukum fikih, halal bi halal dimaknai sebagai upaya menjadikan sesuatu yang sebelumnya berdosa menjadi tidak berdosa lagi.

Artinya, jika sebelumnya ada kesalahan, pertengkaran, atau sikap yang menyakiti orang lain, maka melalui saling memaafkan dengan tulus, dosa tersebut dapat dihapus. Namun, hal ini baru benar-benar terjadi jika kedua pihak sama-sama ikhlas dan lapang dada.

ADVERTISEMENT

Dalam fikih, kata halal juga punya pembahasan yang luas, termasuk istilah makruh, yaitu perbuatan yang tidak dilarang, tetapi sebaiknya ditinggalkan.

Meski begitu, para ulama menilai bahwa halal bi halal tidak cukup dipahami hanya dari sisi hukum. Sebab, tujuannya bukan sekadar menghapus dosa, tetapi juga memperbaiki hubungan agar kembali baik dan rukun seperti semula.

2. Menurut Bahasa (Linguistik)

Secara bahasa, kata halal diambil dari kata halla atau halala. Kata ini memiliki beragam makna, seperti menyelesaikan masalah, meluruskan yang kusut, mencairkan yang beku, atau melepaskan ikatan yang membelenggu.

Dalam hal ini, halal bi halal dapat dimaknai sebagai upaya menyambung kembali hubungan yang sempat terputus dengan saling memaafkan. Inilah yang sejalan dengan semangat Idulfitri.

3. Menurut Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an, halal yang dianjurkan adalah yang thayyib, yaitu baik dan membawa kebaikan bagi semua pihak. Artinya, Islam tidak hanya menganjurkan umatnya untuk saling memaafkan, tetapi juga berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat salah.

Dari ketiga penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa halal bi halal bukan sekadar tradisi, tetapi momen untuk menyambung kembali hubungan yang terputus, menciptakan keharmonisan, dan terus menjaga kebaikan antarsesama.

Selain itu, mengutip buku Menggapai Malam Lailatur Qadar karya Ahmad Rifa'i Rif'an, halal bi halal dapat dimaknai sebagai hubungan antarmanusia yang diisi dengan kegiatan yang tidak dilarang agama serta membawa kebaikan.

Artinya, halal bi halal tidak cukup hanya dengan saling memaafkan lewat ucapan. Momen ini juga sebaiknya diikuti dengan sikap dan perbuatan yang baik agar hubungan benar-benar terasa hangat dan menyenangkan.

Tujuan Halal Bi Halal

Halal bi halal bertujuan menjadi momen untuk saling memaafkan, menjaga keharmonisan, mempererat silaturahmi, dan menebar kebaikan.

Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Al-Qur'an: Kisah dan Hikmah Kehidupan menjelaskan bahwa halal bi halal memang tradisi khas Indonesia. Namun, maknanya tetap sejalan dengan ajaran Islam.

Pada dasarnya, halal bi halal berkaitan dengan semangat Idulfitri, yaitu kembali bersih dan memperbaiki hubungan.

Sejarah Halal Bi Halal

Mengutip situs Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, sejarah halal bi halal memiliki beberapa versi yang berkembang di masyarakat.

Sebelumnya, istilah ini tercatat dalam kamus Jawa-Belanda karya Dr. Th. Pigeaud tahun 1938, yang menyebut kata alal behalal dan halal behalal sebagai kegiatan saling memaafkan setelah Lebaran.

Ada versi yang menyebut istilah ini mulai dikenal sekitar tahun 1935-1936 di Solo. Saat itu, seorang pedagang martabak asal India berjualan di Taman Sriwedari. Untuk menarik pembeli, ia mempromosikan dagangannya dengan menyebut kata "halal bin halal". Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut digunakan untuk menyebut kegiatan silaturahmi saat Lebaran.

Versi lain menyebut istilah halal bi halal dipopulerkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada 1948. Ia mengusulkannya kepada Presiden Soekarno untuk mempertemukan para tokoh politik yang berselisih paham. Sejak saat itu, halal bi halal digelar di lingkungan pemerintahan dan kemudian diikuti masyarakat luas.

Selain itu, ada pendapat yang menyebut tradisi serupa sudah ada sejak masa Mangkunegara I. Setelah salat Idulfitri, ia mengumpulkan para punggawa dan prajurit untuk saling memaafkan.

Tradisi ini kemudian ditiru oleh berbagai organisasi Islam dan berkembang dengan sebutan halal bihalal seperti yang dikenal saat ini.

Apakah Halal Bihalal Disebut dalam Al-Qur'an?

Istilah halal bihalal memang tidak tertulis secara langsung dalam Al-Qur'an. Namun, maknanya sejalan dengan ajaran Islam.

Al-Qur'an mengajarkan umat Muslim untuk menjaga silaturahmi dan saling memaafkan. Hal ini salah satunya tercermin dalam Surah Al-A'raf ayat 199 yang memerintahkan untuk menjadi pemaaf dan berbuat baik kepada sesama. Berikut bunyi surahnya,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

Khużil-'afwa wa'mur bil-'urfi wa a'riḍ 'anil-jāhilīn(a).

Artinya: "Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."

Itulah penjelasan lengkap tentang arti halal bi halal dalam Islam, tujuan, dan sejarahnya. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan saat Lebaran, tetapi juga menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads