Duduk Tawaruk Adalah Duduk Tasyahud Akhir, Begini Posisi yang Benar

Duduk Tawaruk Adalah Duduk Tasyahud Akhir, Begini Posisi yang Benar

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 30 Apr 2026 08:00 WIB
Portrait of muslim man praying to god inside the mosque
Duduk tawaruk. Foto: Getty Images/leolintang
Jakarta -

Salat merupakan ibadah wajib yang terdiri dari serangkaian rukun dan gerakan tertentu. Setiap posisinya memiliki makna serta tuntunan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Terdapat satu gerakan yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian ibadah, yaitu duduk tawaruk. Posisi ini lazim dilakukan pada saat tasyahud akhir, sebagai bentuk ketundukan dan simbol istirahat setelah seorang hamba menunaikan seluruh rukun salat secara sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duduk Tawaruk Adalah Duduk Tasyahud Akhir

Dijelaskan dalam buku Panduan Shalat Lengkap Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW karya Ali Abdullah, duduk tawaruk adalah duduk yang ada pada tahiyat akhir atau tasyahud akhir.

Ahmad Sarwat dalam buku Ensiklopedi Fikih Indonesia mengatakan, duduk tawaruk adalah duduk dengan meletakkan pinggul di lantai kemudian menjulurkan telapak kaki kiri melalui bawah tulang kering kaki kanan dan menegakkan telapak kaki yang kanan.

ADVERTISEMENT

Dalil yang menjadi dasar duduk tawaruk adalah hadits berikut:

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَجْلِسُ فِي وَسَطِ الصَّلَاةِ وَآخِرِهَا مُتَوَرِّكًا

Artinya: "Dari Ibnu Mas'ud RA bahwa Nabi SAW duduk di tengah dan akhir salat dengan posisi tawaruk." (HR Ahmad)

Perbedaan Posisi Duduk Tawaruk Menurut Ulama

Dikutip dari kitab Shalatul Mu'min karya Sa'id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani yang diterjemahkan oleh Ibnu Abdillah, para ulama berbeda pendapat mengenai posisi duduk tawaruk.

Imam Malik berpendapat duduk tawaruk dilakukan pada saat tasyahud pertama dan kedua. Sedangkan Abu Hanifah mengatakan duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan dilakukan pada kedua tasyahud.

Imam Syafi'i berpendapat duduk tawaruk dilakukan pada setiap tasyahud yang dilanjutkan dengan salam dan pada tasyahud lainnya duduk di atas kaki kiri.

Sementara itu, Imam Ahmad berpendapat duduk tawaruk dilakukan pada setiap salat yang memiliki dua tasyahud, yaitu pada tasyahud akhir, dan pada tasyahud lainnya cukup dengan duduk di atas kaki kiri.

Makna Duduk Tawaruk pada Tasyahud Akhir

Dijelaskan dalam buku Shalat Samudra Hikmah karya Saiful Hadi El-Sutha, duduk tawaruk dalam tasyahud akhir merupakan duduk istirahat. Maka, pada hakikatnya duduk ini adalah pendinginan setelah mengerjakan seluruh rukun dan sunnah-sunnah salat secara sempurna.

Duduk tawaruk merupakan penutup dari seluruh rangkaian gerakan salat. Karena itu, duduk tawaruk dalam tasyahud akhir disyaratkan untuk membaca tasyahud (kesaksian, pemuliaan, pujian, dan pengagungan kepada Allah), diisyaratkan juga untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mendoakan keselamatan untuk seluruh umat Islam yang saleh.

Tata Cara Duduk Tawaruk

Masih mengutip sumber sebelumnya, duduk tawaruk dilakukan dengan cara punggung telapak kaki kiri menempel ke tanah, ujung kaki kiri dan kanan berada satu sisi, dengan posisi kaki kiri berada di bawah pada dan punggung betis kaki kanan.

Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana riwayat dari Abu Humaid Al-Sa'idi berikut:

أَنَا كُنْتُ أَحْفَظَكُمْ لِصَلَاةِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُهُ ... فَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ رِجْلَهُ الْأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقَعَدَتِهِ.

Artinya: "Aku adalah orang yang paling cermat di antara kalian tentang salat Rasulullah SAW, aku melihatnya ... ketika dia (Nabi Muhammad SAW) duduk pada rakaat kedua, dia duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan ketika duduk pada rakaat terakhir, dia memajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lain dan duduk di atas tempat duduknya." (HR Bukhari)




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads